Minggu, 22 Oktober 2017 | 06:05 WIB

  • News

  • Nasional

Ratna Sarumpaet: Sebelum Terlambat, Bangkitlah!

Ratna Sarumpaet. (Netralnews/Adiel Manafe)
Ratna Sarumpaet. (Netralnews/Adiel Manafe)

Berita Terkait

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Aktivis kemanusiaan Ratna Sarumpaet lewat akun twitter-nya menyerukan kepada seluruh mahasiswa dan pemuda Indonesia untuk bangkit sebelum terlambat.

Seruan Ratna ini sebagai tanggapan atas rencana Reformasi Jilid II yang kabarnya digagas oleh Badan Eksekutif Mahasiswa Seluruh Indonesia (BEM SI). Dalam akunnya tersebut, tersangka kasus dugaan makar ini juga mengunggah sebuah artikel seruan rencana Reformasi Jilid II tersebut.

"Bangkitlah Pemuda & Mahasiswa Indonesia !! Sebelum Terlamabat, bangkitlah!," cuit @RatnaSpaet, Senin (9/1/2017).

Sebagai informasi, BEM SI menyatakan akan melakukan aksi serentak turun ke jalan Mahasiswa Seluruh Indonesia pada Kamis, (12/1/2017).

Hal tersebut, berdasarkan informasi, dipicu oleh seluruh kebijakan pada awal 2017 Pemerintahan Joko Widodo - Jusuf Kalla yang dinilai mereka tidak prorakyat, dan menganggap kebijakan tersebut memperpanjang kesengsaraan rakyat.

Bahkan BEM SI telah mendatangi Ketua MPR Zulkifli Hasan pada Senin (9/1/2017) di ruang Kantor Pimpinan MPR, Gedung Nusantara III, Kompleks Parlemen, untuk menyampaikan jeritan rakyat atas melambungnya harga-harga kebutuhan pokok masyarakat.

Ada pun isu-isu kerakyatan menjadi sorotan utama dalam penyampaian aspirasi kepada Ketua MPR, terkait kenaikan harga yang tiba-tiba menyerupai sengatan listrik dan kado pahit untuk masyarakat Indonesia dalam mengawali 2017.

"Drama politik mengawali kisah kenaikan Tarif Dasar Listrik, BBM, STNK, BPKB, bahkan harga cabai. Saling lempar tanggung jawab di pemerintahan mewarnai blantika media, yang menandakan lemahnya koordinasi, atau mungkin memang kebijakan ini titipan antek neolib," kata Koordinator BEM SI Bagus Tito Wibisono.

"Belum lagi tenaga kerja asing yang memperberat kaum pribumi untuk mendapatkan lapangan kerja yang layak dan terancam menganggur," ujarnya.

Bagus menambahkan, pemerintah Jokowi-JK dinilai main-main dalam mengelola negara.

"Isu kerakyatan ini menjadi bola panas yang digulirkan kepada rakyat, karena pemerintah dinilai main-main dalam mengelola negara, padahal Indonesia bukan mainan," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?