Kamis, 23 November 2017 | 08:32 WIB

  • News

  • Lingkungan

Ada Fenomena Tanah Bergerak di Semarang, Begini Penjelasan Pakar

Ilustrasi tanah bergerak (Oto Tekno)
Ilustrasi tanah bergerak (Oto Tekno)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Fenomena tanah bergerak yang terjadi di Dusun Delik Kabupaten Semarang, Jawa Tengah terjadi dikarenakan curah hujan tinggi yang berlangsung dalam waktu lama, kata peneliti Pusat Peneliti Geoteknologi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Adrin Tohari.

"Tanah bergerak pemicunya curah hujan, yang menyebabkan muka air tanahnya naik, kemudian menyebabkan kekuatan tanah berkurang menjadikan tanah itu bergerak secara perlahan," kata Adrin saat dihubungi di Jakarta, Senin (6/3/2017).

Dia menjelaskan hujan yang terus menerus mengguyur suatu wilayah dengan kondisi geologi yang bisa menyebabkan pergerakan tanah akan membuat muka air tanah naik dan melunakkan kekuatan tanah dalam menyangga permukaan tanah sehingga bergerak pelan-pelan.

Adrin menjabarkan kondisi pergerakan tanah yang menghasilkan kondisi tanah seperti terbelah bukan disebabkan kejenuhan air tanah.

"Kalau kejenuhan air tanah longsorannya cenderung longsoran luncuran, biasanya menimbulkan korban jiwa," ucapnya.

Sementara pergerakan tanah yang terbelah seperti di Dusun Delik Kabupaten Semarang pada 1 Maret menimbulkan kerusakan pada rumah. "Menyebabkan kerusakan bangunan, kerusakan jalan, itu karena muka air tanah naik secara perlahan, membutuhkan waktu yang cukup lama," ujar dia.

Adrin menyebut fenomena pergerakan tanah bisa terjadi di dataran yang memiliki kemiringan landai dengan kondisi tanah yang karakteristiknya kedap air seperti tanah lempung atau batuan.

Sedangkan fenomena pergerakan tanah pada kemiringan yang curam seperti tebing akan menyebabkan longsoran yang bersifat luncuran.

Adrin menuturkan wilayah dengan kondisi geologis yang bisa terjadi pergerakan tanah banyak ditemukan di Jawa Barat dan Jawa Tengah.

"Di Jawa Timur ada tapi hanya beberapa titik. Kecenderungan lebih banyak di Jawa Barat dan Jawa Tengah. Sedangkan di Sumatera lebih banyak longsoran luncuran karena bukit-bukitnya kemiringannya curam," tuturnya.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?