• News

  • Lingkungan

BNPB Kirim Bantuan Logistik Korban Banjir Belitung dengan Helikopter

BNPB kirim bantuan ke korban banjir Belitung dengan htelikopter. (Dok:BNPB)
BNPB kirim bantuan ke korban banjir Belitung dengan htelikopter. (Dok:BNPB)

BELITUNG, NETRALNEWS.COM - Distribusi bantuan logistik bagi korban banjir yang melanda Kabupaten Belitung dan Belitung Timur terkendala putusnya jalan dan jembatan. Beberapa wilayah juga masih terendam banjir, tetapi evakuasi dan distribusi bantuan terus dilakukan oleh tim gabungan.

Untuk mengatasi kendala ini, Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) mengirimkan dua helikopter jenis MI-17 dan Bolco untuk distribusi bantuan. Selain itu BNPB juga mengirimkan bantuan logistik senilai 567,4 juta rupiah. Bantuan berupa barang meliputi makanan siap saji, lauk pauk, sandang, selimut, karung pasir, kidware, family kit, peralatan dapur, tenda gulung dan lainnya yang dikirim melalui pesawat cargo. 

Helikopter MI-17 berkapasitas besar yang mampu mengangkut personil dan logistik. Sedangkan helikopter Bolco juga dapat digunakan untuk kaji cepat, angkut personil dan logistik menjangkau lokasi-lokasi yang sulit dijangkau.

Kepala BNPB, Willem Rampangilei saat ini telah berada di lokasi banjir di Belitung Timur bersama Wakil Gubernur Bangka Belitung, Bupati Belitung dan Bupati Belitung Timur dan lainnya. Willem memberikan arahan agar aktivasi posko darurat, karena belum adanya Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) di Belitung Timur menyebabkan kendala dalam koordinasi dan komando penanganan darurat. Maka dari itu, BPBD Provinsi Bangka Belitung diharap agar terus membantu pemda dan akan dibantu penuh BNPB.

Untuk diketahui, tujuh jembatan mengalami rusak parah atau putus yaitu Jembatan Air Madu di Sampang Renggiang (rusak berat), Jembatan Bentaian  di Manggar (rusak berat), Jembatan Air Asam di Dendang (rusak berat), Jembatan Batu Penyuk di Gantung (putus), Jembatan Selumar di Gantung (putus), Jembatan Buding di Kelapa Kampit (rusak berat) dan Jembatan Penirokan di Kelapa Kampit (putus).

Hingga saat ini, menurut informasi yang redaksi terima dari Kepala Pusat Data Informasi dan Humas BNPB Sutopo Purwo Nugroho, Senin (17/7/2017), ribuan jiwa mengungsi. Data sementara terdapat 3.737 jiwa mengungsi di Belitung Timur. Pendataan masih dilakukan.

Penyebab banjir disebabkan diketahui disebabkan oleh kombinasi antara faktor antropogenik dan alami menyebabkan banjir besar. Hujan yang turun di wilayah Belitung tergolong ekstrem sehingga menimbulkan banjir besar. Berdasarkan data Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) terukur curah hujan pada 15/7/2017 di stasiun Kelapa Kampit sebesar 306 mm/hari, Air Asam 290 mm/hari, Membalong 302 mm/hari, Perawas 128 mm/hari, dan Sijuk 82 mm/hari. 

"Selain itu kerusakan Daerah Aliran Sungau (DAS) akibat pertambangan dan konversi lahan menjadi perkebunan makin meningkatkan kerentanan. Perlu adanya pengaturan dan penataan ulang," kata Sutopo.

Adapun beberapa wilayah di enam kecamatan di Kabupaten Belitung Timur terlanda banjir sejak Minggu (16/7/2017) yang meliputi Kecamatan Simpang Renggiang (Desa Renggiang, Kecamatan Simpang Pesak (Desa Pesak),  Kecamatan Gantung (Desa Selingsing, Batu Penyu, Aik Ruah), Kecamatan Manggar, Kecamata  Damar (Desa Aik Kelik, Mempayak, Sukamandi, Balok), dan Kecamata Kelapa Kampit (Desa Mayang).  

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?