• News

  • Hankam

Kopda Andi Korban Pertikaian Nelayan Mimika, dievakuasi ke RS Surabaya

Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan didampingi Kasi Intel Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayub Akbar dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto, pada Kamis (10/8) menjenguk Kopda Andi
istimewa
Komandan Korem 174/ATW Brigjen TNI Asep Setia Gunawan didampingi Kasi Intel Korem 174/ATW Kolonel Inf Ayub Akbar dan Dandim 1710/Mimika Letkol Inf Windarto, pada Kamis (10/8) menjenguk Kopda Andi

JAYAPURA, NETRALNEWS.COM - Kopda Andi, Anggota TNI korban pertikaian nelayan Mimika akhirnya dievakuasi ke Surabaya untuk menjalankan perawatan.

Andi menjadi korban penganiayaan masyarakat dalam pertikaian antarkelompok nelayan di Pomako, Kabupaten Mimika, Provinsi Papua. Dia mengalami luka serius sehingga harus menjalankan perawatan intensif.

Sebagaimana diberitakan Antaranews, Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf M Aidi mengatakan, hasil dianogsa dokter di Rumah Sakit Mimika, korban mengalami luka serius dan diduga akan mengalami kelumpuhan atau cacat.

"Korban mengalami luka bacok di kepala, luka sabet dilengan dan luka tusuk akibat ditombak dip unggung, sehingga pimpinan memutuskan untuk mengevakuasi dan dirawat di RS Ramelan Surabaya sejak Jumat (11/8/2017)."

Alasan dipilihnya  RS Ramelan Surabaya untuk memudahkan perawatan karena keluarganya berasal dari Surabaya. Selain Kopda Andi, Serka Yusuf juga mengalami luka bacok di kepala akibat dikeroyok massa.

"Karena dikeroyok massa Serka Yusuf menggeluarkan tembakan peringatan sehingga menggenai warga sipil," kata Letkol Inf Aidi.

Insiden tersebut berawal dari pertikaian antarnelayan yang terjadi Rabu (9/8/2017),  saat kedua anggota TNI  dikeroyok sehingga Serka Yusuf mengeluarkan senpi dan menembak hingga menewaskan satu warga sipil. "Kini, kasusnya tengah ditangani POMDAM XVII Cenderawasih," kata Kapendam XVII Cenderawasih Letkol Inf M Aidi kepada wartwan di Jayapura.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?