Senin, 26 Februari 2018 | 00:23 WIB

  • News

  • Nusantara

Desa Batu Merah Berdayakan Masyarakat untuk Normalisasi Sungai secara Padat Karya

Menteri Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat meninjau pengerjaan normalisasi Sungai Wai Hatukau.
Humas Kemendes PDTT
Menteri Kemendes PDTT Eko Putro Sandjojo saat meninjau pengerjaan normalisasi Sungai Wai Hatukau.

AMBON, NNC - Saat musim hujan atau air pasang tiba, warga Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, kini tak perlu was-was akan terjadi banjir. Pasalnya, Sungai Wai Hatukau yang telah mengalami pendangkalan telah dilakukan normalisasi dengan pengerukan secara padat karya.
 
Sungai Wai Hatukau terletak di kawasan padat penduduk, sehingga menyulitkan alat berat untuk dapat dilakukan pengerukan. Hal itu disampaikan Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo, saat meninjau proses pengerjaan normalisasi Sungai Wai Hatukau di Desa Batu Merah, Kecamatan Sirimau, Kota Ambon, Selasa (13/1/2018). Ia melanjutkan, berdasarkan hasil musyawarah desa, memutuskan untuk memberdayakan masyarakat desa secara padat karya.

"Ini (sungai) kalau pagi kering. Kalau musim hujan bisa sampai naik ke atas. Sekarang mereka bersihin sampah aja, tapi kalau pagi kering mereka (pekerja) keruk juga," ujarnya kepada wartawan usai meninjau proses pengerjaan normalisasi Sungai Wai Hatukau.

Desa Batu Merah pada 2018 ini memperoleh dana desa sebesar Rp2 miliar, ditambah Alokasi Dana Desa (ADD) sebesar Rp2,9 miliar. Dari anggaran dana desa tersebut sebesar Rp296 juta digunakan untuk normalisasi sungai. Melalui anggaran tersebut, pekerja yang merupakan warga setempat, akan mendapat upah rata-rata Rp85 ribu per hari dengan masa kerja 28-30 hari.
 
"Sebagian penggunaan dana desa tahun sebelumnya sebenarnya sudah begini (padat karya), cuma masih ada yang pakai kontraktor. Nah, sekarang tidak boleh menggunakan kontraktor lagi. Dan 30 persen (dana desa) itu dipakai untuk membayar upah (proyek dana desa)," ujarnya.
 
Menteri Eko mengatakan, Kota Ambon adalah salah satu daerah yang tergolong cekatan dalam melaksanakan program padat karya. Ia berharap, kabupaten lain dapat segera melakukan hal yang sama agar proses pembangunan dana desa secara padat karya terealisasi maksimal.
 
"Dana desa tahap pertama saat ini sudah masuk ke Kota Ambon dan Kota Ambon langsung menyalurkan ke desa-desa. Kita harap semua desa bisa segera melakukan program cash for work (padat karya), karena saya dengar dana desa tahap pertama sudah banyak yang cair," ujarnya.
 
Dalam kunjungannya tersebut, Menteri Eko juga memastikan bahwa warga desa mengetahui jumlah dana desa yang diterima. Ia juga memastikan bahwa warga desa terlibat langsung dalam perencanaan dengan menanyakan langsung ketika menyapa warga.
 
"Bapak tau nggak, desa Bapak dapat dana desa? Kalau tahu, desa Bapak dapat berapa?" tanya Menteri Eko pada salah seorang warga.
 
Di sela sosialisasi dana desa, ia juga memantau publikasi dana desa di Desa Batu Merah dengan meninjau spanduk dan baliho rencana dan realisasi dana desa.

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?