• News

  • Nusantara

Rp400 Juta Korupsi Dana Desa di Ngawen Diulur-ulur

Dana Desa
Dana Desa

JAKARTA, NNC -- Dugaan penggelapan dana desa sebesar Rp400 juta di Desa Beji, Kecamatan Ngawen, Gunung Kidul, Jawa Tengah, masih berlanjut.

Suparno, selaku Kepala Desa Beji mengatakan, polisi terus melakukan pemeriksaan terhadap dirinya dan beberapa saksi guna melengkapi data-data yang masih dirasa kurang. Ia pun berulangkali dipanggil memberikan keterangan pada anggota Tipikor Polres Gunung Kidul.

"Mungkin masih ada data yang kurang, sehingga masih terus dilakukan pemeriksaan,” kata Suparno, rangkum gunungkidulsorot, Selasa (13/03/2018).

Di pihak lain, Kasat Reskrim Polres Gunung Kidul, AKP Rudy Prabowo mengatakan, pihaknya terus melakukan pemeriksaan terhadap sejumlah saksi terkait dugaan kasus  Beji. Tahapan atas dugaan penggelapan dana desa tersebut saat ini berada pada tahap penyidikan.

Pihaknya pun terus berupaya untuk segera menyelesaikan perkara ini guna menentukan kesimpulan serta mengambil langkah maupun tindakan proses hukum lanjutan.

"Dari kami belum melakukaan upaya paksa maupun penetapan tersangka atas kasus ini,” ucap Kasat Reskrim.

Sebelumnya, sempat mencuat kabar oknum bendahara desa, SWY mengakui menghilangkan uang dana desa tahun 2017 mencapai lebih dari Rp400 juta.

Pengakuannya pun beragam, mulai dari seolah jadi korban dendam usai makan sate hingga uang hilang saat ditaruh di kolong tempat tidur kamar rumahnya. Akibat perkara itu pelaksanaan program fisik di Desa Beji menjadi macet parah.

Reporter : Vito Adhityahadi
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?