• News

  • Nusantara

Kemensos: Perkawinan Anak Tak Sejalan dengan Undang-Undang

Ilustrasi
dok.etsy
Ilustrasi

JENEPONTO, NNC - Kementerian Sosial (Kemensos) menyayangkan pernikahan anak-anak di bawah umur di Bantaeng, Sulawesi Selatan. Masa anak-anak seharusnya adalah masa untuk bermain dan mendapat kasih sayang orangtua.

“Yang menjadi rujukan kami adalah Undang-Undang Perlindungan Anak. Di situ dikatakan bahwa batas anak adalah usia 18 tahun. Apalagi kalau diketahui usia mereka masih jauh di bawah itu. Kami dari Kementerian Sosial sangat menyayangkan,” kata Direktur Jenderal Rehabilitasi Sosial Edi Suharto, di Jeneponto, Senin (16/4/2018).

Edi mengetahui kasus ini dari pemberitaan di media massa. Dalam salah satu pemberitaan itu disebutkan, alasan kuat pernikahan ini adalah karena pihak perempuan takut tidur sendiri.  “Alasan ini kami kira sangat kurang substansial,” kata Edi.

Kalau alasannya karena takut tidur sendiri, Edi menyatakan, masih banyak kerabat yang seharusya bisa membantu. Dari keluarga terdekat, kerabat, dan sanak saudara bisa mengambil peran memberikan perhatian.

Jadi seharusnya, ada bimbingan dan pengarahan dari keluarga. Edi menyayangkan, mengapa alasan takut tidur dan permintaan menikah sebagai solusi, kemudian langsung disetujui. 

“Karena bagaimanapun usia anak bukan yang terbaik untuk melangsungkanp pernikahan. Usia anak adalah usia untuk bermain,  sekolah, dan masa untuk mendapatkan perhatian dari keluarga,” katanya.

Edi berharap, kasus ini bisa menjadi pelajaran bersama. Agar di kemudian hari tidak terulang. Sebelumnya ramai diberitakan, KUA Kecamatan Bantaeng, Sulawesi Selatan, mencatatkan pernikahan pasangan pengantin di bawah umur. Calon pengantin pria diketahui berumur sekitar 15 tahun dan calon pengantin wanita sekitar 14 tahun.

Pada Pasal 26 (1 C) UU Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak, disebutkan bahwa orangtua  harus mencegah terjadinya perkawinan pada usia anak-anak. Pada Pasal 81 ayat 2, disebutkan: bahwa anak adalah seseorang yang belum berusia 18 (delapan belas) tahun.

Adapun pada Pasal 7 ayat (1) UU Nomor 1 Tahun 1974 tentang Perkawinan menyebutkan,  perkawinan hanya diizinkan jika pihak pria sudah mencapai umur 19 (sembilan belas) tahun dan pihak wanita sudah mencapai umur 16 (enam belas) tahun.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?