• News

  • Nusantara

BNN Ungkap Kasus Peredaran Narkoba di Dalam LP Lubuk Pakam

Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari,
aktual
Deputi Pemberantasan BNN Irjen Pol Arman Depari,

JAKARTA, NNC - Badan Narkotika Nasional (BNN) berhasil mengungkap kasus peredaran narkoba di Lembaga Pemasyarakatan (LP) Lubuk Pakam, Sumatera Utara. Dalam kasus tersebut, BNN juga mengamankan sipir yang terlibat dalam peredaran narkoba di dalam LP.

Deputi Bidang Pemberantasan BNN, Irjen Pol Arman Depari mengatakan, setelah menerima informasi, BNN Pusat melakukan penyelidikan di LP Lubuk Pakam dan menangkap seorang tersangka atas nama Bayu.

"Bayu ini berperan sebagai kurir yang mengantar contoh narkoba jenis sabu ke LP Lubuk Pakam, sekaligus untuk diedarkan dan digunakan di di dalam lapas sebanyak 500 gram atau 0,5 kilogram," terang Arman dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (22/9/2018).

Sementara yang menerima barang tersebut di dalam LP adalah seorang sipir yang bernama Maredi yang juga telah ditangkap. Barang tersebut diterima oleh Maredi atas perintah seorang napi bernama Dekyan.

"Maredi dan Bayu ditangkap di LP pada saat serahterima narkotika," ujarnya.

Selanjutnya BNN melakukan pengembangan di beberapa tempat kejadian perkara dan menangkap lima tersangka lainnya yaitu Edu, Elisabeth, Dian, Edward, dan Husaini.

Dari kelima tersangka itu, BNN menyita barang bukti narkoba jenis sabu seberat 36 kilogram.

"Besok tersangka dan barang bukti akan dibawa ke BNN Pusat untuk disidik dan dikembangkan," ucap Arman.

Selain sabu, BNN juga menyita ekstasi sebanyak 3.000 butir, uang tunai Rp681,63 juta yang diduga hasil penjualan narkoba, kartu ATM, buku tabungan, alat komunikasi, timbangan digital, pasport dan lainnya.

Terkait asal narkoba tersebut dari mana, Arman menyampaikan, info awalnya narkoba itu dari Malaysia yang dikirim ke Indonesia melalui jalur laut, dan memang untuk diedarkan di dalam LP.

Reporter : Toar Sandy Purukan
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?