• News

  • Nusantara

Alumni Arsitektur UI Bangun Hunian Sementara Korban Gempa

Ikatan Alumni Arsitektur FTUI (ILUNIArsUI) bangun hunian sementara korban gempa di Lombok.
Istimewa
Ikatan Alumni Arsitektur FTUI (ILUNIArsUI) bangun hunian sementara korban gempa di Lombok.

JAKARTA, NNC - Sebagai bentuk kepedulian atas gempa yang melanda Bali dan Lombok, menggugah Ikatan Alumni Arsitektur FTUI (ILUNIArsUI) bekerja sama dengan Ikatan Alumni Ul (ILUNI UI) untuk membantu korban gempa dengan membangun hunian sementara bernama Antara.

Shelter atau naungan adalah salah satu kosakata dalam arsitektur yang bisa menjawab kondisi saat ini. Membangun kembali kepercayaan masyarakat korban gempa terhadap arsitektur bukanlah sesuatu yang mudah. Sehingga diperlukan sebuah riset khusus dengan hadir langsung di lokasi bencana. Bentuk naungan dimaksud adalah Antara.

Antara, adalah naungan sementara berupa hunian dengan modul rangka 2.5 x 4.95 m berbahan material besi 5x5cm tebal 1.8mm dengan join plat besi 5mm, dinding multipleks 15mm dengan modul bidang sebagai pintu, jendela ataupun dinding itu sendiri, dan atap plat metal tekuk 0.3mm dengan reng besi 4x4cm tebal 1.4mm.

"Yang menjadi fokus utama dari Antara adalah memberikan material kuat yang tahan gempa. Hal ini dilakukan untuk menumbuh kembangkan kembali kepercayaan masyarakat terhadap arsitektur sebagai naungan mereka berlindung," kata Tim Antara bagian Desain dan Riset Farizzky Astrawinata saat konferensi pers, Rabu (17/10/2018).

Kata Farizzky, bencana adalah sebuah kondisi temporer yang harus dilalui dan akan terlewati ketika masa tersebut telah hilang, sehingga pemikiran pasca bencana juga mengambil peran dalam pemikiran desain arsitektur tim Antara. Pemilihan material yang tahan lama menjadi pertimbangan utama.

"Kekuatan material dan system konstruksi tahan gempa menjadi keharusan, dan kenyamanan termal adalah tuntutan keidealan sebuah naungan. Ketika naungan ini sudah tidak diperlukan oleh korban bencana, dia dapat dialihkan menjadi fungsi yang lain," jelas dia.

Untuk saat ini sudah berdiri 20 unit yang berlokasi di Sembalun Bumbung, Sembalun, Lombok Timur. Material yang kuat dan kehadirannya yang dapat bersanding diantara rumah penduduk menjadi penerimaan terbesar masyarakat Sembalun terhadap Antara.

Dalam waktu dekat akan dilakukan pula perakitan 30 unit tunggal berupa hunian, 2 unit tunggal berupa ruang operasi di puskesmas, dan 2 unit MCK.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?