• News

  • Nusantara

Ini Dia Keberhasilan 100 Hari Pemerintahan Nurdin Abdullah - Andi Sudirman

Peluncuran Samsat Lorong, Samsat Mobile Banking dan Samsat Sipakainge
Istimewa
Peluncuran Samsat Lorong, Samsat Mobile Banking dan Samsat Sipakainge

MAKASSAR, NNC – Genap seratus hari kepemimpinan Gubernur dan Wakil Gubernur Sulawesi Selatan (Sulsel), Nurdin Abdullah – Andi Sudirman Sulaiman (NA – ASS), Sabtu (15/12/2018) ditandai berbagai hasil kerja nyata.

Salah satu janji mantan Bupati Bantaeng dua periode itu adalah mewujudkan Sulsel Bersih Melayani, Sehat Cerdas, Terkoneksi, Mandiri, Sejahtera, dan Berkarakter. 

Prof Nurdin menuturkan, untuk mewujudkan Sulsel Bersih Melayani, telah dibangun aplikasi Baruga Lounge yang melayani warga Sulsel untuk membuat laporan melalui aplikasi Baruga Sulsel. Warga dapat melaporkan berbagai hal melalui instagram, twitter, facebook atau SMS ke 1901.

Seratus hari, Nurdin-Sudirman juga telah merampungkan kajian reformasi birokrasi dan perampingan struktur pemerintahan sesuai persyaratan Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemenpan RB), masterplan digital governance, dan penerapan sistem e-Kinerja yang baru.

“Juga telah dirampungkan kajian pemetaan pemasangan fiber optic dalam lingkungan Pemprov Sulsel. Kami juga membuat program Samsat Lorong dan Samsat Mobile Banking yang memudahkan masyarakat membayar pajak kendaraannya. Jadi tidak perlu lagi ke samsat, bisa membayar pajak kendaraan melalui handphone,” kata Nurdin.

Selain itu, Samsat juga membuat Samsat Drive Thru yang melayani masyarakat dari pagi hingga pukul 21.00 Wita setiap harinya. Layanan ini memanjakan pelanggan karena tak perlu turun dari kendaraan saat membayar pajak kendaraan, pelayanan  tersebut merupakan inovasi yang jelang seratus hari yang dikomandoi Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Sulsel Taototo TR.

Sektor kesehatan juga menjadi perhatian Prof Andalan, antara lain, melalui program Brigade Siaga Bencana (BSB), disiapkan ambulance laut sebanyak satu unit dan ambulance darat lima unit.

Nurdin juga telah melakukan feasibility study untuk meningkatkan mutu layanan rumah sakit (RS) milik pemerintah provinsi (pemprov) seperti RS Labuang Baji, RS Haji, RS Dadi, RS Sayang Rakyat, RS Fatimah dan RS Pertiwi.

"Kami juga melakukan feasibility study peningkatan status Rumah Sakit Labuang Baji sebagai rumah sakit pendidikan, serta rumah sakit spesialis, hingga kajian mutu layanan rumah sakit regional, dan layanan kesehatan di ruang publik,” terang Nurdin.

Di sektor pendidikan, juga dilakukan berbagai hal seperti pengukuran passing grade siswa secara berkala, pelaksanaan Gerakan 15 Menit Mengaji, workshop peminatan MIPA, dan penyediaan daftar kebutuhan Sarpras 2019. Juga telah ditandatangani MoU antara Dinas Pendidikan dan BNNP.

Nurdin Abdullah juga mewujudkan Sulsel yang terkoneksi dengan menggenjot pembangunan infrastruktur jalan. Saat ini telah dilakukan feasibility study jalan terisolir di Seko, feasibility study rest area di beberapa titik yang dilengkapi sejumlah fasilitas.

Nurdin juga sementara menyelesaikan program RTRW kehutanan yang merupakan dasar pembangunan berkelanjutan yang peduli akan lingkungan, dan percepatan penyusunan rencana pengelolaan hutan jangka panjang 16 KPH. 

Sulsel yang mandiri sejahtera, lanjut Nurdin, juga diwujudkan melalui sejumlah kebijakan ekonomi. Di antaranya, direct call ekspor dan perencanaan pembangunan creative hub yang merupakan ruangan kerja bersama untuk pengembangan industri kreatif di Sulsel.

Creative hub yang berlokasi di PLUT KMUKM Sulsel di Jalan Metro Tanjung Bunga, akan beroperasi pada tahun 2019, dan akan menyediakan fasilitas umum  seperti arena teater, toko kreatif, workshop, dan working space,” urainya.

Prof Nurdin juga menyiapkan sertifikasi halal untuk 16 UMKM dengan 96 jenis produk finalisasi Perda Pemberdayaan Koperasi dan UKM, penciptaan wirausaha baru untuk 500 kelompok di 24 Kabupaten/Kota, dan penyelesaian inventarisasi dan verifikasi (Invert) Tanah Objek Reforma Agraria (TORA) pada empat kabupaten di Sulsel.

“Juga telah diselesaikan pemetaan kebutuhan dan pembangunan cekdam dan irigasi di seluruh Sulsel, potensi perkembangan kakao, potensi perkembangan kopi, sosialisasi pengembangan Talas Satoimo (CPCL), pengembangan kawasan kakao, kopi, dan rempah, kajian hilirisasi pertanian, dan soft launching Bali Magis,” urainya.

Sulsel berkarakter, tambah Nurdin Abdullah, diwujudkan dalam rencana revitalisasi Benteng Somba Opu, rebranding pariwisata (rebranding Logo, video pariwisata), penandatanganan MoU Kerja Sama Bank Indonesia dengan Pemprov Sulsel dan beberapa kabupaten untuk pariwisata yang terintegrasi.

Sejumlah feasibility study dan kajian yang telah rampung pembangunan fisiknya akan dilaksanakan tahun 2019 mendatang. Anggarannya telah dialokasikan di APBD Sulsel 2019. Misalnya, pembangunan rumah sakit regional yang sementara dilakukan kajian untuk dibangun di Palopo, Bone, dan Wajo.

Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?