• News

  • Nusantara

Kearifan Lokal, AP I Gunakan Motif Kawung di Ornamen dan Atap Bandara NYIA

Bangunan Masjid yang telah berdiri di lokasi pembangunan Bandara NYIA, Kulon Progo
dok.Youtube
Bangunan Masjid yang telah berdiri di lokasi pembangunan Bandara NYIA, Kulon Progo

KULON PROGO, NETRALNEWS -- PT Angkasa Pura I menggunakan konsep kearifan lokal dengan motif kawung pada ornamen dan atap Bandara New Yogyakarta International Airport di Kabupaten Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta.

"Motif kawung ini merupakan kearifan lokal. Kami sudah berdiskusi dengan berbagai pihak, motif kawung ini merupakan hasil usulan banyak pihak," kata Pimpinan Proyek NYIA Angkasa Pura I (AP I) Taochid Purnama Hadi di Kulon Progo, Sabtu (16/3/2019).

Ia mengatakan dengan konsep kearifan lokal, AP I berupaya mewujudkan konsep gold category green building. Di dindingnya akan penuh dengan ornamen khas Yogyakarta, bentuk bunga melati akan terlihat di area skylight sehingga bila terkena cahaya matahari menimbulkan bayangan berbentuk bunga melati di lantai.

Desain bandara dibuat sedemikian rupa untuk menciptakan NYIA sebagai bandara ramah lingkungan, terutama dari sisi arsitektur. Pada bangunan terminal penumpang, atapnya menggunakan skylight atau kubah kaca untuk memaksimalkan pencahayaan alami di dalam ruangan. Kubah itu memungkinkan cahaya matahari bisa menyinari setiap sudut ruangan sepanjang hari sehingga lebih hemat listrik.

"Di bagian atap juga ada ornamen berbentuk kawung, bentuk desain kawung ini bukan hanya untuk dilihat dari atas (udara). Melainkan ada juga bagian di bangunan bawah, bisa terlihat dari terminal," ungkapnya.

Selain itu, Bandara NYIA akan menggunakan nama lima desa terdampak pembangunan New Yogyakarta International Airport (NYIA) sebagai nama gerbang keberangkatan (gate) di NYIA.

"Di Bandara NYIA akan ada lima gate, yang akan dilengkapi dengan ornamen-ornamen yang khas. Nama desa-desa terdampak pembangunan NYIA akan menjadi nama gate tersebut yaitu Glagah, Sindutan, Palihan, Kebonrejo, Jangkaran," katanya.

Taochid optimistis bandara yang dibangun dalam tiga tahapan pembangunan ini bisa mulai beroperasional April 2019. Pada tahap pertama (2018-2026), NYIA akan terbangun dengan landasan pacu sepanjang 3.250 meter, 180.000 meter persegi terminal, 23 stand parkir, mampu melayani 14 juta penumpang.

Pada tahap dua (2027-2036), penumpang yang bisa terlayani sebanyak 20 juta, terminal seluas 235.000 meter persegi dan sudah memiliki 31 stan parkir. Pada tahap ketiga (2037-2046), landasan pacu menjadi total 3.600 meter, terminal 290.000 meter persegi, 37 stand parkir, mampu melayani penumpang sebanyak 25 juta penumpang.

Sementara itu, Bupati Kulon Progo Hasto Wardoyo mengharapkan sentuhan final dalam bandara internasional ini bisa mencerminkan miniatur budaya di sekitar Yogyakarta. Hal itu menurutnya juga menjadi harapan dari Gubernur DIY Sultan HB X bahwa NYIA harus diwarnai konten budaya lokal termasuk bentuk airport city yang menyerupai sebuah gunungan dalam pertunjukan wayang kulit.

"Kami berharap di kawasan Bandara NYIA bisa menampilkan ciri khas daerah yang Yogyakarta banget, termasuk geblek renteng," harapnya, demikian seperti diberitakan Antara.

Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?