Kamis, 27 Juli 2017 | 23:35 WIB

  • News

  • Nusantara

Berkas Sindikat Sabu Dilimpahkan Polisi ke Kejari Jambi

Illustrasi. Seorang pengedar sabu kedapatan menaroh sabu di celana dalamnya.
Illustrasi. Seorang pengedar sabu kedapatan menaroh sabu di celana dalamnya.

JAMBI, NETRALNEWS.COM - Penyidik Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Jambi merampungkan berkas pemeriksaan empat anggota sindikat narkoba jenis sabu - sabu asal Aceh yang ditangkap beberapa waktu lalu, dan berkasnya sudah dilimpahkan ke kejaksanaan tinggi di provinsi itu.

"Belum lama ini, berkas keempat tersangka anggota sindikat jaringan narkoba internasional itu sudah dilimpahkan ke kejaksaan," kata Direktur Resnarkoba Polda Jambi Kombes Pol Ada Sapari, di Jambi Rabu (11/1/2017).

Penyidik Polda Jambi masih menunggu tanggapan kejaksaaan, andai dinyatakan lengkap, dilakukan pelimpahan tahap II yakni tersangka beserta barang buktinya.

"Namun jika masih ada kekurangan, kita akan lengkapi sesuai sarannya," kata Ade Sapari.

Dalam kasus ini sebelumnya, empat tersangka yang ditangkap anggota narkoba Polda Jambi yakni Musliadi (31), Kemas Erwansyah (45), Umar Taleb (57), dan Rosnita (21) dan keempatnya ditangkap tidak dalam waktu bersamaan dengan barang bukti sabu-sabu seberat 4,6 kilogram.

Dari tersangka Umar Taleb dan Rosnita, polisi menangkap barang buti masing-masing dua kilogram sabu, sedangkan dari penangkapan Kemas Erwansyah dan Musliadi diamankan enam ons sabu.

Keempat tersangka merupakan pemasok narkoba ke Jambi. Mereka satu jaringan, hanya saja modus cara membawa narkoba secara terpisah. Sabu-sabu yang mereka bawa tercatat kualitas terbaik yang berasal dari luar negeri.

Barang bukti itu mereka bawa secara paralel dan ini upaya mereka untuk mengindari adanya razia kendaraan bus yang ditumpangi dan ini adalah bagian sindikat yang sudah lama diikuti akhirnya mereka ditangkap di wilayah Kabupaten Muarojambi bagian jalur lintas timur Sumatera.

Ade mengatakan semuanya menggunakan jasa angkutan umum dan ditangkap dalam waktu yang berbeda beda dan keempat tersangka setelah diperiksa terungkap satu jaringan. Atas perbuatannya mereka dijerat pasal 112 ayat 2 Undang Undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang narkotika dengan ancaman hukuman maksimal seumur hidup.

 

Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?