Illustrasi. Bawang merah

Petani Bawang Merah Manfaatkan Gudang Pendingin

Rabu, 11 Jan 2017 | 17:10 WIB | Nusantara

KUDUS, NETRALNEWS.COM - Petani bawang merah dari berbagai daerah di Tanah Air memanfaatkan keberadaan gudang pendingin milik PT Pura Group Kudus, Jawa Tengah, untuk menyimpan benih bawang itu sebelum ditaman pada bulan-bulan tertentu.

Menurut Vice Plant Manager PT Pura Barutama Unit Ecology Agung Subani di Kudus, Rabu, terdapat sekitar enam kelompok petani bawang dari berbagai daerah di Jawa yang memanfaatkan gudang pendingin atau "controlled atmosphere storage" atau CAS milik PT Pura Group.

Total gudang penyimpan komoditas pertanian yang dimiliki PT Pura Group Kudus saat ini berjumlah 28 ruangan dengan kapasitas masing-masing sekitar 16 ton untuk menyimpan bawang merah.

Keberadaan alat penyimpan bawang merah dalam jangka waktu lama itu, memang membantu petani bawang merah karena mereka kini tidak kesulitan menyimpan benih bawang merah mereka dalam jangka waktu lama.

Keuntungan menggunakan alat penyimpan hasil temuan PT Pura tersebut, bawang merah bisa disimpan hingga jangka waktu antara 3-6 bulan, dengan kualitas dan kesegaran produk lebih terjaga, serta harga jual komoditas tersebut juga lebih stabil.

Selain itu, kata dia, faktor susut bobot bawang merah ketika disimpan selama tiga bulan atau lebih hanya 10 persen.

"Dengan model penyimpanan secara konvensional, seperti yang dilakukan para petani bawang merah selama ini susut bobotnya bisa mencapai 35 persenan," ujarnya didampingi petugas bagian Humas Pura Noor Faiz.

Dengan kondisi bawang yang hanya mengalami penyusutan 10 persen, katanya, bisa mempercepat proses tanamnya, dibandingkan dengan menanam bibit bawang merah yang proses penyimpanan dengan model sederhana yang hanya ditempatkan di rak-rak bambu di gudang, tanpa kontrol temperatur udara.

Setidaknya, kata dia, saat ini para petani bawang merah tidak perlu khawatir kesulitan menyimpan bibit bawang merah, karena terdapat teknologi penyimpanan bahan komoditi paling mutakhir dengan memadukan teknologi pendingin.

Biaya penyimpanan per kilogramnya tercatat hanya Rp2.400 untuk jangka waktu tiga bulan, sehingga banyak kelompok petani bawang merah yang tertarik memanfaatkannya.

Bibit bawang merah milik kelompok petani bawang yang disimpan di gudang PT Pura Barutama Unit Ecology tersebut, telah didistribusikan ke berbagai daerah untuk memenuhi kebutuhan petani bawang merah.

Daerah distribusi itu, di antaranya Kabupaten Kendal, Nganjuk, Weleri, Cirebon, Brebes, Pati, Sulawesi, Kalimantan, Yogyakarta, Sragen, Sumatra, Purwodadi, dan Demak.

Selain bisa digunakan untuk menyimpan bibit bawang merah, kata dia, alat tersebut juga bisa digunakan untuk menyimpan bawang merah konsumsi.

Seharusnya, kata dia, peralatan tersebut dimiliki pemerintah, sehingga ketika sedang panen bawang merah atau komoditas pertanian lainnya dan harga jatuh, bisa disimpan menggunakan gudang pendingin tersebut.

"Ketika harga kembali stabil, komoditas tersebut bisa dikeluarkan untuk dijual ke pasaran," ujarnya.

Untuk membuat alat penyimpan tersebut dengan kapasitas 20 ruangan, kata Agung, dibutuhkan dana hingga Rp19 miliar.

"Jika ruangannya lebih sedikit, tentunya lebih murah," ujarnya.


Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : Antara