• News

  • Olahraga

Dikalahkan Alvarez, Rekor Kemenangan Golovkin Terhenti

Gennady Golovkin menelan kekalahan pertama sepanjang karier profesionalnya.
World Boxing Association
Gennady Golovkin menelan kekalahan pertama sepanjang karier profesionalnya.

NEW YORK, NNC - Gennady Golovkin menelan kekalahan pertama sepanjang karier profesionalnya ketika Saul "Canelo" Alvares memenangi pertandingan perebutan gelar dunia kelas menengah (middleweight) di Las Vegas pada Sabtu (15/9/2018) malam waktu setempat atau Minggu (16/9) pagi WIB.

Setahun setelah pertarungan pertama mereka berakhir imbang, Alvares meraih kemenangan angka yang akan kembali membelah opini para pengamat tinju.

Dua juri memberi nilai 115-113 kepada Alvares, sedangkan satu juri lain memberi nilai imbang 114-114.

Pertarungan yang disaksikan sejumlah pesohor termasuk Mike Tyson, Will Smith, dan LeBron James di T-Mobile Arena ini menampilkan pertarungan sengit yang sesuai dengan tajuknya sebagai pertarungan antara dua petinju "pound for pound" terbaik di dunia.

Golovkin mendaratkan sejumlah pukulan keras ke kepala lawan pada ronde-ronde terakhir, membuka luka robek di atas mata kiri Alvares, namun petinju Meksiko itu mampu menajamkan catatan kariernya menjadi 50-1-2, termasuk 34 knockout.

Golovkin kini memiliki catatan 38-1-1, dengan 34 knockout. Ini merupakan kekalahan pertamanya sejak kejuaraan amatir dunia 2005.

"Ini adalah pertarungan yang sangat ketat," kata Alvares saat diwawancarai di tepi ring setelah menjadi juara dunia versi WBC, WBA, IBO seperti dilansir BBC.

"Saya mengincar knockout, namun itu sulit. Ia adalah petarung hebat namun pada akhirnya sayalah yang menang." "Saya sangat senang, sangat emosional. Saya ingin berterima kasih kepada semua orang yang percaya kepada saya. Ini untuk mereka dan hidup Meksiko."

Petinju asal Kazakhstan Golovkin (36) berpikir ia telah tampil cukup baik untuk mendapatkan keputusan yang menguntungkannya.

"Saya tidak akan mengatakan siapa yang menang pada malam ini, karena kemenangan menjadi milik Canelo menurut para juri," ucapnya seperti dikutip ESPN.

"Menurut saya, ini adalah pertarungan yang sangat bagus untuk para penggemar, dan sangat menyenangkan. Menurut saya, saya bertarung lebih baik daripada yang ia lakukan." Analis tinju ESPN Teddy Atlas sepakat.

"Tidak ada keraguan tentang hal itu. Golovkin memenangi pertarungan," kata Atlas. "Pada akhirnya, ini merupakan keputusan yang keliru." Golovkin lebih banyak bertahan saat Alvares mendikte awal pertarungan, namun petinju Kazakhstan itu semakin agresif seiring berjalannya waktu.

Namun Alvares menyarangkan lebih banyak pukulan ke tubuh lawan, 46-6 menurut penghitungan resmi, dan lebih banyak pukulan bertenaga (power punch), bahkan meski Golovkin mendaratkan lebih banyak pukulan secara keseluruhan.

Kedua petinju "mandi darah" pada akhir pertarungan ini, setelah Alvares mendapat serangkaian pukulan ke kepala dan dagu, sedangkan wajah bengkak Golovkin menyajikan bukti bahwa ini merupakan pertarungan yang seimbang.

Pertarungan ini berlangsung setelah acara timbang badan yang berlangsung panas, di mana Alvares nyaris menanduk Golovkin.

Hubungan panas antara kedua petinju ini bertumbuh sejak Alvares diskors sementara oleh Komisi Atletik Negara Bagian Nevada pada April karena hasil tesnya positif menunjukkan di tubuhnya terdapat zat terlarang clenbuterol, yang membuat pertandingan ini harus ditunda dari jadwal aslinya yakni 5 Mei.

Namun mereka dapat berbangga perihal pertarungan Sabtu ketika para penggemar menanti-nanti keputusan juri.

"Salah satu pertarungan terbaik yang pernah saya saksikan," cuit James.

Reporter : Dimas Elfarisi
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?