Selasa, 24 Oktober 2017 | 03:54 WIB

  • News

  • Olahraga

Akhir Karier "The Lightning Bolt" Berakhir Tragis

Usain Bolt saat cedera di nomor final estafet 4x100 meter (iaaf)
Usain Bolt saat cedera di nomor final estafet 4x100 meter (iaaf)

LONDON, NETRALNEWS.COM — Tragis. Cerita sedih dan pilu menyertai akhir karier sprinter Jamaika yang disebut-sebut sebagai pelari cepat terbesar sepanjang masa, Usain Bolt, saat berlomba di turnamen Kejuaraan Atletik Dunia 2017 yang berlangsung di London Stadium, Sabtu (12/8/2017) malam waktu setempat atau Minggu (13/8/2017) dini hari WIB. 

Di lomba estafet nomor 4x100 meter putra yang menjadi balapan terakhirnya sebelum pensiun dari track, Bolt gagal mempersembahkan medali bagi negaranya, Jamaika, yang diunggulkan untuk menggondol medali emas.

Kegagalan Bolt bukan disebabkan kalah cepat saat menyentuh garis finis. Tampil sebagai pelari terakhir, Bolt yang begitu diandalkan Jamaika, awalnya mulus menerima tongkat yang diberikan pelari ketiga Yohan Blake. 

Memasuki zona 90 meter dimana posisi Jamaika sudah tertinggal, Bolt mulai melakukan sprint khas miliknya guna mengejar ketinggalan. Apes. Pada posisi 60 meter sebelum garis finis, saat tengah berlari kencang menuju kecepatannya yang tertinggi, Bolt justru berteriak kesakitan dan mengangkat kaki kirinya pertanda cedera tiba. Bolt pun tergeletak di lintasan. Pupuslah ambisi Bolt meraih medali. Jamaika pun berstatus DNF alias gagal menyelesaikan perlombaan.

Nasib apes yang menimpa Bolt dan Jamaika menjadi berkah bagi Jepang yang berhasil merebut medali perunggu. Sementara, medali emas secara mengejutkan diraih Inggris Raya dimana empat pelari cepatnya, Chijindu Ujah, Adam Gemili, Daniel Talbot, dan Nethaneel Mitchell-Blake membukukan waktu tercepat 37,47 detik, menyisihkan Amerika Serikat (AS) yang mencatat waktu 37,52 detik.

Sebelumnya, tepat sepekan yang lalu, di tempat yang sama, Bolt pun meraih kekecewaan menyusul kegagalannya mempertahankan medali emas nomor andalannya, 100 meter. Tak mampu keluar dari kesulitan saat beranjak dari block—tolakan start—Bolt hanya mampu meraih medali perunggu setelah dipecundangi duo sprinter AS, Justin Gatlin dan Christian Coleman, yang masing-masing merebut medali emas dan perak.

Alhasil, di kejuaraan dunia dan bergengsi untuk terakhir kalinya ini, Bolt harus pulang dengan tangan hampa. Meski demikian, setidaknya sampai saat ini, Bolt masih pantas bangga dengan pencapaiannya yang memegang rekor tercepat nomor 100 meter dan 200 meter.

Editor : ME Gunawan

Apa Reaksi Anda?