• News

  • Opini

Mengapa Jokowi Ingat Detail Panjang Jalan yang Dibangunnya?

Azas Tigor Nainggolan, pengamat sistem transportasi massal
Tagar/Nuranisa Hamdan Ningsih
Azas Tigor Nainggolan, pengamat sistem transportasi massal

JAKARTA, NETRALNEWS - Terkait pilpres 17 April 2019 mendatang, seorang teman wartawan bertanya pada saya: "Kalau terkait program dan keberpihakan pada angkutan umum, mana yang lebih baik, Bang?”.

Terkait  keberpihakan capres pada layanan angkutan umum, memang tidak muncul dalam debat capres 17 Pebruari 2017 lalu.

Namun, sebenarnya soal keberpihakan pada pembangunan sistem transportasi atau angkutan umum penting  dijadikan perdebatan untuk menguji kedua paslon presiden, Jokowi dan Prabowo dalam isu infrastruktur.

Harusnya, memang isu sistem transportasi muncul lebih dalam pada saat debat para calon presiden agar dilihat keberpihakan dan kemampuan mereka dalam membangun fasilitas layanan transportasi umum di Indonesia.

Saat debat capres kedua, Jokowi sempat mengangkat hasil kerjanya membangun jalan di Indonesia. Jokowi sendiri hingga saat ini sudah banyak berhasil membangun jalan tol Trans-Jawa juga Trans-Papua, dan kemarin Trans-Sumatera.

Bahkan Jokowi sempat mengungkapkan jalan yang sudah dibangun pada masa pemerintahannya dan dibuli oleh para pendukung Prabowo. Mereka, para pendukung Prabowo mempertanyakan,  “Kok, Jokowi sampai ingat detail panjang jalan yang dibangunnya?”

Pertanyaan serupa juga sempat dilontarkan pada saya dan saya jawab: "Ya, wajar Jokowi bisa menyebutkan detail hasil kinerja sendiri.” Kita pun akan ingat secara detail apa saja yang kita kerjakan.

Ingatan itu juga sekaligus menunjukan bahwa Jokowi tidak pelupa atau pikun. Sementara memang Prabowo tidak bisa menyampaikan hasil pembangunan infrastruktur karena faktanya belum bikin apa-apa sampai sekarang.

Bahkan mungkin, “Bikin gang kecil sekali pun belum pernah karena belum pernah jadi Ketua RT, Ketua RW, Walikota, Gubernur atau Presiden, kan?" 

Ya, memang sampai hari ini Prabowo baru bisa berwacana dan janji semata. Belum ada bukti kerjanya selama tiga periode masa pemilu pilpres di Indonesia.

Saya sangat menyesalkan Jokowi tidak mau membuka dan menyampaikan hasil pembangunan di bidang transportasi Indonesia selama masa kepemimpinannya.

Setidaknya saya bisa katakan bahwa Jokowi sudah memiliki kerja dan  kerjanya dalam  membangun dan mengembangkan sistem transportasi umum massal. Coba lihatlah pembangunan LRT di Palembang dan  di Jakarta yang juga sudah dimulai.

Selain itu, pemerintahan Jokowi juga mendukung dimulainya pelayanan angkutan umum berbasis bus dengan membagikan  bus-bus besar ke daerah-daerah sebagai pemicu agar pemda melanjutkan dengan membangun sistem serta pengembangannya.

Saat ini pun layanan bus DAMRI sudah masuk hingga ke daerah perbatasan  RI dengan Malaysia di Kalimantan. Belum lagi pembangunan banyak bandar udara dan pelabuhan di seluruh Indonesia.

Semua kerja di bidang transportasi ini hendak membangun pelayanan tarnsportasi bagi bangsa Indonesia dan  martabat bangsa Indonesia di mata pergaulan internasional.

Pelabuhan  terbaru yang dibangun Jokowi adalah pelabuhan Sibolga, di Sumatera Utara yang disainnya terbaik di Asia Pasifik.

Prinsip menghubungkan dan mewujudkan hak  mobilitas rakyat sudah dilakukan oleh Jokowi, tinggal mengembangkan di periode kedua kepemimpinannya.

Begitu pula pada masa Jokowi mulai dibuat regulasi untuk transportasi online, Taksi Online dan sekarang dalam penyelesaian pembuatan regulasi tentang ojek Online.

Keberadaan pengaturan transportasi online ini menjadi potret bahwa Indonesia melakukan upaya membangun keselamatan dan hak bermobilisasi  sesuai perkembangan teknologi dalam transportasi.

Saya katakan juga pada kawan wartawan tadi bahwa jika  Jokowi kalah  dalam pilpres 17 April 2019 mendatang, bisa jadi pembangunan sarana transportasi umum akan dihentikan.

Begitu pula pembangunan infrastruktur transportasi massal MRT dan LRT juga akan berhenti. Sulit kita mendorong adanya pembangunan transportasi umum massal pada Prabowo. Hingga saat ini terlihat memang Prabowo tidak punya program  membangun sistem transportasi massal.

Anehnya lagi, salah satu partai pendukungnya, PKS malah kampanye jika menang maka akan menghapus pajak kendaraan bermotor pribadi dan pemberlakuan Surat Izin Mengemudi  (SIM) seumur hidup.

Aneh dan justru membahayakan, serta membodohi kampanye seperti ini. Kampanye, kok mengabarkan bahwa jika PKS menang, akan dibuat kebijakan SIM seumur hidup dan tidak ada pajak kendaraan bermotor pribadi?

Wong sekarang ini kan justru Indonesia lebih membutuhkan dibangunnya sistem layanan transportasi (angkutan) umum? 

Kampanye kubu Prabowo di atas  menunjukan bahwa Prabowo dan tim pendukungnya  tidak mengerti tentang pentingnya  pengembangan layanan transportasi umum untuk Indonesia.

Keinginan membebaskan pajak kendaraan bermotor dan SIM seumur hidup itu lebih berpihak dan  akan meningkatkan penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Tingginya penggunaan kendaraan bermotor pribadi akan mengakibatkan kemacetan dan kecelakaan lalu lintas.

Sikap Prabowo dan kubu pendukungnya tersebut memberi bukti pada kita bahwa mereka tidak memiliki kapasitas atau kemampuan membangun layanan transportasi umum karena lebih berpihak pada pengembangan penggunaan kendaraan bermotor pribadi.

Artinya, jika Prabowo menang dan berkuasa maka semua pembangunan sarana infrastruktur transportasi umum yang sudah dimulai oleh Jokowi akan dihentikan oleh Prabowo. 

Melihat kenyataan ini, kita bisa berkesimpulan bahwa Prabowo tidak layak dipilih dalam pilpres 17 April 2019 mendatang karena tidak berpihak pada pembangunan infrastruktur sistem transportasi.

Sementara itu keberpihakan Jokowi pada pembangunan  infrastruktur sistem  transportasi sudah jelas dan memang sudah ada hasilnya, tinggal dikembangkan saja.

 

Penulis: Azas Tigor Nainggolan 

Analis Kebijakan Transportasi, Ketua Forum Warga Kota Jakarta (FAKTA), dan Ketua Koalisi Warga untuk Transportasi (KAWAT) Indonesia.

 

*) Opini ini murni menjadi tanggungjawab penulis seperti tertera, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi

Editor : Taat Ujianto

Apa Reaksi Anda?