• News

  • Pendidikan

Unik, Cara Orang Tua Asal Thailand Ini Mendorong Anaknya Mau Sekolah

Nuttanitcha Chotsirimeteekul bersama anaknya yang menolak untuk sekolah.
Asia One
Nuttanitcha Chotsirimeteekul bersama anaknya yang menolak untuk sekolah.

JAKARTA, NNC - Seorang ibu asal Bangkok, Thailand memiliki cara unik mengajarkan anaknya pentingnya menimba ilmu di sekolah. Setelah anak laki-lakinya yang berusia lima tahun menolak untuk pergi sekolah, sang ibu Nuttanitcha Chotsirimeteekul dan suaminya memutuskan untuk mengajar anaknya pelajaran dalam kehidupan.

Chotsirimeteekul dan suaminya sengaja mengambil cuti dan membawa anak mereka keluar rumah untuk berjalan bersama-sama.

Lalu kerja keras pun dimulai!

Mereka menyuruh sang anak yang baru berusia lima tahun itu untuk memungut botol dan gelas plastik dari tempat sampah di sepanjang jalan sebelum menjualnya.

Dalam sebuah postingan di jejaring sosial, Facebook, Chotsirimeteekul merinci bagaimana mereka berjalan sekitar 2,2 Km untuk memungut sekitar 2 Kg botol plastik dan dijual dengan harga sekitar 2 bath atau hanya sekitar Rp871.

Setelah selesai memulung, anaknya bertanya kepada ibunya "Bisakah kita naik bus?". Lalu sang ibu menjawab "Apakah kamu memiliki uang? Tiket naik bus seharga 10 baht". Anak itu menjawab "Tidak".

"Kalau begitu, kita harus mencari lebih banyak botol untuk menghasilkan lebih banyak uang," ujar Chotsirimeteekul.

"Tidak apa, saya akan jalan kaki," ujar sang bocah.

Saat mereka kembali berjalan kaki, anak itu meminta es krim kepada ibunya. Namun, Chotsirimeteekul menjelaskan harga es krim 5 baht, sedangkan uang hasil memungut botol dan gelas plastik hanya 2 bath. Karena uangnya tidak cukup, dengan sedih sang anak mengatakan ia tidak menginginkan es krim lagi.

Dia pun mengaku kelelahan dan mengajak sang ibu untuk pulang ke rumah.

"Saya sangat lelah, sangat panas. Saya ingin pulang ke rumah," ujarnya, dilansir dari laman Asia One, Rabu (23/1/2018).

Foto-foto sang anak menunjukkan bahwa anaknya tampak lelah dengan rambut basah kuyup oleh keringat dan wajahnya hitam karena kotor.

Chotsirimeteekul berbagi bahwa pengalaman itu adalah pelajaran yang baik bagi mereka berdua - baginya untuk selalu menjadi panutan bagi anak mereka, dan juga agar anak laki-laki tahu apa artinya bekerja keras.

Selain itu, anak mereka akan menyadari bahwa tidak peduli apa yang dia lalui, orang tuanya akan berada di sana untuknya setiap langkahnya, kata Chotsirimeteekul.

Postingan yang dibagikan oleh Chotsirimeteekul menjadi vilar segera setelah diposting, mengumpulkan lebih dari 70.000 orang yang suka dan mendekati 60.000 dibagikan.

Banyak pengguna Facebook memuji orang tua atas metode pengajaran teladan mereka.

Kisah keluarga juga menarik perhatian media di dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam video lain yang dibagikan, Chotsirimeteekul meminta anaknya pada akhir pelajaran mereka: "Jadi, apakah Anda ingin bekerja atau pergi ke sekolah?" Anak laki-laki yang letih dengan lantang menyatakan: "Saya ingin pergi ke sekolah!"

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?