• News

  • Pendidikan

FSGI Klaim UNBK SMP/MTs Hari Pertama Gaduh

Ilustrasi UNBK.
Istimewa
Ilustrasi UNBK.

JAKARTA, NNC - Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) mengaku amat menyayangkan pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) SMP/MTs hari pertama yang dinilai diwarnai oleh kegaduhan diberbagai daerah. 

FSGI mengaku telah menerima laporan dari berbagai daerah, yakni Kabupaten Simeuleu Aceh, Kota Binjai Sumatera Utara,  Sulawesi Selatan, Kalimantan Timur, Nusa Tenggara Barat, Rembang Jawa Tengah serta beberapa sekolah di DKI Jakarta. Bahkan ada orang tua yang menelepon FSGI dan menceritakan kecemasan anaknya yang belum mulai ujian hingga jam 11.00 WIB. 

"Sebenarnya Posko FSGI sudah menerima beberapa keluhan sejak persiapan UNBK tiga hari belakangan, khususnya dari proktor sekolah yang baru pertama melaksanakan UNBK. Walaupun proses singkronisasi akhirnya dapat teratasi karena dibantu oleh helpdesk provinsi maupun Kabupaten Kota, namun mereka sangat khawatir jika terjadi gangguan pada saat UNBK Berlangsung. Dan inilah yang terjadi, ketika siswa sudah siap berada di ruangan, terjadi kendala teknis yang ternyata karena server pusat katanya maintenance namun sudah menimbulkan kegaduhan bagi para proktor, teknisi, dan pengawas, terutama siswa," terang Sekjen FSGI Heru Purnomo, Senin (23/4/2018).

Menurut pengamatan FSGI, beberapa kegaduhan yang timbul sebenarnya akibat kurang siapnya tim teknis UNBK Pusat, karena tidak seharusnya ada maintenance server di saat berlangsungnya ujian. Ditambah lagi kurangnya edukasi terhadap tim teknis sekolah dalam melakukan troubleshooting pada aplikasi CBT UNBK 2018. 

"Secara khusus FSGI mengklasifikasi beberapa kendala yang dihadapi sekolah saat pelaksanaan UNBK hari ini, yakni sekolah yang menghidupkan servernya pada saat bersamaan server pusat sedang offline karena maintenance, sehingga server sekolah berstatus offline dan tidak bisa masuk ke laman CBT-Sync untuk melaksanakan Ujian," terang Heru.

Selain itu, kata Heru, ada sekolah yang memulai ujian lebih awal sebelum maintenance sehingga dapat melaksanakan UNBK dengan baik. Namun di tengah jalan tiba-tiba server sekolah offline dan membuat proktor panik dan khawatir ujian siswa tidak berjalan, meski sebenarnya ujian tetap bisa dilanjutkan.

Ada juga beberapa siswa yang terkendala teknis di komputernya, kemudian tidak dapat melanjutkan karena tidak bisa mendapatkan token karena server sedang offline. Hal inilah yang kemudian membuat gaduh karena proktor dan teknisi tidak segera bisa menangani.

"Beberapa SMP/MTs berada di wilayah yang belum terjangkau jaringan internet yang bagus, sehingga terkadang koneksi internet terputus saat akan merilis token. Hal ini ditambah dengan info server pusat yang mengalami gangguan mengakibatkan tom teknis sekolah bingung untuk menangani," tegas Heru.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?