• News

  • Pendidikan

FSGI: Kemendikbud Gagal Paham Maknai Soal HOTS di UNBK SMP

Ilustrasi UNBK.
Istimewa
Ilustrasi UNBK.

JAKARTA, NNC - Federasi Serikat Guru Indonesia ( FSGI) menilai, selama tiga tahun pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) tidak menunjukkan peningkatan pelaksanaan yang semakin baik, tetapi justru banyak kendala serius yang justru ditanggapi enteng. 

FSGI juga menilai Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud) cenderung merespon di area media sosial (medsos) dan bahkan menanggapinya dengan mengancam siswa pembocor soal yang tidak jelas sumber kebocorannya. 

Padahal banyak hal prinsip yang harus dievaluasi karena seolah-olah UNBK ini menemui anomali namun jawaban Kemndikbud justru blunder.  

Kekhawatiran siswa SMP terkait UNBK SMA yang menggunakan soal Higher Order Thingking Skill (HOTS), sebagaimana yang dicurahkan di akun resmi Instagram Kemendikbud benar-benar menjadi kenyataan. Pada hari kedua pelaksanaan UNBK SMP, banyak siswa yang mengeluhkan sulitnya soal Matematika untuk diselesaikan.

“Berdasarkan analisis kami dan laporan dari guru-guru daerah telah terjadi pemahaman yang salah pembuat soal terhadap konsep HOTS itu sendiri. Soal Matematika yang diujikan untuk siswa SMP sebenarnya bukan lagi aplikasi HOTS tetapi sudah menjadi soal dengan tingkat Kompetensi Inti (KI) dan Kompetensi Dasar (KD) yang lebih dalam dibandingkan KI dan KD yang ada pada mata pelajaran Matematika tingkat SMP. Lebih sesuai jika soal Matematika ini diujikan untuk siswa SMA. Memang KI dan KD antara SMP dan SMA beririsan tetapi pada tingkatan SMA lebih dalam dibandingkan SMP sesuai dengan SKL-nya,” ujar Wakil Sekjen FSGI Satriwan Salim, Jumat (27/4/2018).

Satriwan juga menambahkan, bahwa soal berbasis HOTS tidak harus sulit dan soal yang sulit itu belum tentu HOTS. FSGI juga menyesalkan pernyataan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Muhadjir Effendy yang menganggap enteng keluhan siswa. 

"Cenderung simplifikasi masalah dengan menyatakan, kalau soalnya gampang bukan ujian. Justru kami mempertanyakan, bahwa untuk menyelesaikan soal-soal yang berbasis HOTS ini, perlu pembelajaran dan siswa perlu dilatih, lalu kapan siswa dilatih untuk berpikir secara HOTS? Kan belum. Jadi kami sepakat kalau ada pernyataan telah terjadi malpraktek di dunia pendidikan Indonesia,” ujar Satriwan.

Tak berhenti sampai disitu soal mata pelajaran Bahasa Inggris yang diujikan pada hari ketiga juga banyak dikeluhkan siswa. Banyak siswa juga yang mengeluhkan bahwa pokok soal pada mata pelajaran Bahasa Inggris terlalu panjang uraiannya. 

Lebih lanjut FSGI menilai, terobosan Kemendikbud untuk membuat UNBK hingga tahun ketiga ini sebenarnya patut diapresiasi. UNBK telah memutus rantai perjalanan soal yang rumit, dan hampir menghapus masalah klasik kebocoran soal dan kunci jawaban. UNBK juga menaikkan gengsi pendidikan Indonesia dengan pemanfaatan IT yang cukup masif. Pun publik perlu menghargai ikhtiar pemerintah untuk mengantisipasi kendala teknis UNBK SMP di hari ke-2 sampai hari ke -4 ini, yang relatif sudah tak terjadi lagi. Kendala teknis peladen yang terputus seperti di hari pertama tidak lagi terulang.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?