• News

  • Pendidikan

Menristekdikti Lantik Laksana Tri Handoko Menjadi Kepala Baru LIPI

Menristekdikti Mohamad Nasir  dan Kepala LIPI yang baru dilantik Laksana Tri Handoko.
NNC/Martina Rosa
Menristekdikti Mohamad Nasir dan Kepala LIPI yang baru dilantik Laksana Tri Handoko.

JAKARTA, NNC - Menteri Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir resmi melantik Laksana Tri Handoko menjadi Kepala Baru Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI). Handoko adalah Ilmuwan atau peneliti fisika berprestasi Indonesia yang menggantikan Plt Kepala LIPI Prof Dr Bambang Subiyanto.

Handoko, panggilan akrab Laksana Tri Handoko, menjadi Kepala LIPI setelah melewati proses panjang seleksi terbuka jabatan Kepala LIPI (https://www.ristekdikti.go.id/seleksi-terbuka-jabatan-kepala-lipi), sejak mulai diumumkan dalam laman ristekdikti.go.id pada 22 Desember 2017 lalu hingga resmi terpilih.

"Pelantikan pejabat hanya reorganisasi hal rutin di lembaga pemerintah. Maka jabatan asalah suatu amanah, bukan jabatan sebagai sesuatu hal yang diburu, karena amanah adalah sesuatu yang diberikan dam harus dijaga amanahnya sebaik-baiknya," kata Moh Nasir saat melantik Handoko di di Auditorium Utama LIPI Pusat Jakarta, Kamis (31/5/2018).

Lebih lanjut Moh Nasir katakan, di era revolusi industri 4.0, sebagai Kepala LIPI Handoko harus kerja keras dalam rangka tingkatkan kualitas yang ada di LIPI. Selain itu, ada banyak tugas yang harus dilakukan Handoko dalam mempertanggungjawabkan LIPI pada publik yang memiliki marwah, meningkatkan kualitas pengetahuan yang ada di Indonesia. "Tugas begitu berat, semoga Allah beri bimbingan pada Handoko," sambung dia.

Menurut Moh Nasir, tanggung jawab lain yang harus diemban Handoko adalah tata kelola pemerintahan yang baik dengan bertumpu pada empat elemen. Empat elemen tersebut diantaranya transparansi, awareness, countability dan responsibility.

Sebagai informasi sekilas perjalanan Handoko sebagai seorang ilmuwan Indonesia, dia mengenyam pendidikan S1 hingga S3 di Jepang. Untuk S1, Handoko memperoleh gelar dari Komamoto University, Jepang, sedangkan S2 hingga S3 ditamatkan di Hiroshima University, Jepang.

Setelah dilantik menjadi Kepala LIPI, Handoko ke depan memiliki tugas yang berat. Sebagai lembaga riset utama representasi Bangsa Indonesia, LIPI diharapkan mampu berkiprah secara global, tetapi pada saat yang sama harus mampu menjadi penyedia solusi berbasis Iptek untuk berbagai masalah di masyarakat. "Dengan kata lain tugas utama adalah menjadikan LIPI sebagai lembaga riset yang mengglobal dan sekaligus masyarakat," kata Handoko.

Untuk mencapai hal itu, dia menyebutkan bahwa ada beberapa prioritas yang perlu dilakukan LIPI.

Pertama, melanjutkan pembenahan manajemen riset di internal LIPI mengikuti norma dan standar global.

Kedua, mempercepat peningkatan kapasitas dan kompetensi riset melalui peningkatan kualifikasi Sumber Daya Manusia (SDM), perekrutan diaspora secara masif dan kolaborasi dengan mitra dari dalam dan luar negeri.

Ketiga adalah meningkatkan peran LIPI sebagai penyedia infrastruktur (SDM dan perangkat keras/lunak) riset nasional dan hub (tempat/wadah) kolaborasi untuk aktivitas kreatif berbasis iptek yang terbuka bagi semua kalangan (akademisi, mahasiswa dan industri).

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?