• News

  • Pendidikan

Ikatan Alumni FTUI Bangun Sekolah Tahan Gempa di Lombok

Ikatan Alumni FTUI Bangun Sekolah Tahan Gempa di Lombok.
Istimewa
Ikatan Alumni FTUI Bangun Sekolah Tahan Gempa di Lombok.

JAKARTA, NNC - Menggunakan prinsip cepat dan lebih baik, Ikatan Alumni Fakultas Teknik Universitas Indonesia (Iluni FTUI) membangun sebuah sekolah tahan gempa di Lombok. Sekolah sendiri dibangun di lahan sekolah swasta, Yayasan Riyadlul Wardiah yang berlokasi di Desa Kerandangan, BatuLayar, Lombok Barat.

Ketua Umum ILUNI FTUl Cindar Hari Prabowo mengatakan, sekolah yang Iluni FTUI bangun akan menjadi sekolah percontohan. Alasan dibangun di sekolah swasta, karena tanah merupakan milik yayasan dan pihaknya lakukan kontrak selama tiga tahun dan selanjutnya diadakan sharing session dengan warga dan pengurus sekolah.

"Sekolah dibangun bagi anak Indonesia, korban bencana agar bisa sekolah. Meski pemerintah belum turun tangan dan fokus pada sekolah negeri," kata Cindar saat konferensi pers, Rabu (17/10/2018).

Kata Cindar, sekolah dibangun dengan donasi FTUI dan sponsor. Ke depan diharap sekolah serupa juga akan dibangun tak hanya di Lombok tetapi juga di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah (Sulteng) dengan harapan bisa berguna dan cerdaskan kehidupan bangsa.

Pada kesempatan yang sama, Dekan FTUI Hendri DS Budiono mengatakan, pihaknya menekankan pada empat prinsip. Pertama adalah teaching learning, perubahan penelitian yang bisa jawab tantangan bangsa, upaya tingkatkan pendapatan di luar biaya pendidikan dan kental akan penerapan IT.

"Saya harap berbagai kajian bisa menjadi jawaban bagi kebutuhan bangsa. Pendidikan juga dilihat sebagai kebutuhan masyarakat," kata Hendri.

Lebih lanjut Pemimpin Kelompok Keilmuan Perancangan dari Departemen Arsitektur FTUI Prof Yandi Andri Yatmo menceritakan, seminggu setelah gempa, pihaknya pergi ke Lombok dan lakukan identifikasi kebutuhan. Kebutuhan diantaranya terkait tempat tinggal, air minum dan sekolah.

"Jadi sekian lama mereka (anak terdampak gempa) tidak ke sekolah. Maka kalau kami (FTUI) tidak melakukan sesuatu, berarti ada yang salah, karena sekolah adalah hak anak bangsa," jelas Yandi.

Yandi jelaskan, Sekolah Indonesia untuk Lombok merupakan sekolah cepat tanggap dan bisa gantikan sekolah yang rusak secepat-cepatnya. Namun meski dibangun dalam waktu cepat, keadaannya dijamin baik dan tahan gempa serta bisa beradaptasi sesuai pertumbuhan kurikulum, tanpa buang material yang ada.

"Bisa jadi kelas kecil, kelas besar dan perluasan kelas sesuai pertumbuhan kurikulum," tambah dia.

Penanggung jawab konstruksi  Budi Wasono yang juga adalah Ketua ILUNI Arsitektur FTUI mengatakan, biaya yang dikeluarkan untuk sekolah yang terdiri dari enam kelas, satu ruang guru dan satu laboratorium sebesar sekitar 390 juta. Namun ditegaskan bahwa tiap kasus dan daerah, biaya yang dibutuhkan akan berbeda.

"Ini tahap pertama, bangun sekolah SD. Nanti TK dan akan dicoba dibangun di Palu dan Donggala. Di Lombok juga akan coba dibuat satu lagi di Lombok," terang Yandi.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?