• News

  • Pendidikan

Ternyata Merpati Training Center Miliki Fasilitas Pelatihan FOO Terlengkap

Siswa FOO mengikuti pendidikan di dalam kelas.
NNC/YC Kurniantoro
Siswa FOO mengikuti pendidikan di dalam kelas.

JAKARTA, NNC - Selama ini, mungkin kita berpikir bahwa yang berperan penting dalam sebuah penerbangan adalah pilot dan teknisi udara. Namun, ternyata ada profesi lain yang tak kalah pentingnya.

Dalam dunia penerbangan, profesi itu biasa disebut dengan Flight Operation Oficer (FOO) atau biasa juga disebut Dispatcher. Lalu, apa tugas FOO dan seberapa besar perannya dalam penerbangan?

Secara garis besar, petugas FOO bertugas untuk mempersiapkan dan melaksanakan rencana penerbangan. FOO merupakan mitra dari pilot yang memberikan sejumlah informasi yang berkaitan dengan penerbangan yang akan dijalankan. FOO sendiri mempunyai posisi yang setara dengan pilot.

Untuk itu, seorang FOO akan memberikan masukan kepada pilot atas kelayakan terbang pesawat yang akan digunakan. Selain itu, FOO bertugas memberikan informasi keadaan cuaca di perjalanan hingga bandara tujun, menghitung kebutuhan bahan bakar pesawat hingga sampai tujuan, menghitung performance pesawat untuk menentukan batasan berat pada saat lepas landas dan mendarat, serta merencanakan rute penerbangan.

Jadi, tugas FOO sangat berperan penting dalam pengoperasian pesawat terbang, terutama komersial, baik sebelum, selama terbang, hingga setelah mendarat di bandara tujuan.

Dalam kesehariannya, pekerjaan seorang FOO berkaitan erat dengan matematika. Memang, untuk menghitung berat pesawat, kapasitas bahan bakar, sampai menentukan ketinggian dan kecepatan pesawat dibutuhkan perhitungan yang cukup rumit. Namun, perhitungan semua itu harus diselesaikan dalam waktu sekitar 30 menit.

Dengan perkembangan teknologi, kini penghitungan-penghitungan itu dapat dilakukan dengan bantuan aplikasi, namun seorang FOO juga dituntut untuk dapat melakukan penghitungan secara manual.

Hasil perhitungan itu akan disampaikan kepada pilot dalam briefing di ruangan yang biasa disebut Flops atau Dispatch. Di ruangan itu, FOO menginformasikan segala data tentang pesawat yang akan digunakan pilot, keadaan cuaca dalam penerbangan yang akan ditempuh hingga sampai tujuan, dan informasi lain yang dibutuhkan pilot.

Untuk menjadi seorang petugas FOO, tentu ada pendidikan dan sejumlah persyaratan awal yang harus diikuti, antara lain telah lulus pendidikan SMA atau sederajat, sehat jasmani dan rohani, serta tidak buta warna. Selain itu, seseorang yang mengikuti pendidikan FOO telah berusia minimal 21 tahun saat menerima FOO license.

Salah satu lembaga yang menyelenggarakan pendidikan FOO adalah Merpati Training Center (MTC) yang berpusat di Jakarta. MTC sendiri telah banyak meluluskan FOO yang kini telah bekerja di sejumlah maskapai penerbangan.

Pelaksanaan pendidikan FOO di MTC berlangsung selama kurang lebih 10 bulan. Selama pendidikan tersebut, siswa akan mendapatkan pendidikan di kelas selama empat bulan, pelatihan di Flops Simulator selama satu bulan, On Job Training yang berlangsung selama tiga bulan, dan dua bulan persiapan Competency Check Materi yang meliputi Ground Training dan kunjungan ke beberapa lokasi yang terkait tugas FOO.

Saat ini di Indonesia terdapat sekitar 5.000 personel FOO. Dari jumlah tersebut, sekitar 2.000 personel di antaranya merupakan lulusan dari MTC.

"Dari 5.000 itu, hampir 2.000 personel FOO merupakan lulusan dari Merpati Training Center. Jadi MTC merupakan market leader dari pelatihan FOO di Indonesia," kata General Manager Marketing and Business Development MTC Donny Rurut.

Hal tersebut disebabkan karena saat ini MTC merupakan tempat pelatihan FOO yang memiliki fasilitas paling lengkap, yaitu dengan adanya Flops Simulator yang memiliki modul terlengkap.

"Dibuat empat tahun yang lalu dan digunakan tiga tahun yang lau, pertama kali Flops Simulator itu digunakan, itu adanya di MTC," kata Donny.

Siswa FOO mengikuti praktik di Flops Simulator. (Merpati Training Center)

Uniknya, Flops Simulator itu digagas dan dibuat sendiri oleh mereka yang bekerja di MTC. Fasilitas tersebut bisa dikatakan 99 persen mirip dengan flops yang ada di bandara. Tak tanggung-tanggung, MTC pun memiliki hak cipta atas Flops Simulator tersebut.

Bahkan, pihak Direktorat Kelaikudaraan dan Pengoperasian Pesawat Udara (DKPPU) telah melihat Flops Simulator yang digunakan untuk pelatihan FOO itu. Lalu, DKPPU pun mengeluarkan aturan bahwa setiap penyelenggara pelatihan FOO wajib memiliki Flops Simulator.

"Ternyata bukan sekadar alat, Flops Simulator itu dapat meng-improve kemampuan siswa cukup besar. Sehingga, yang dulu mereka perlu 2-3 bulan beradaptasi di lapangan, sekarang ini cukup 1-2 minggu beradaptasi di lapangan, langsung bisa bekerja seperti apa yang seniornya lakukan, karena dia sudah melakukannya di simulasi, tinggal familiarization saja," ujar Donny.

Dengan demikian, MTC dapat menghasilkan tenaga FOO yang siap pakai di dunia kerja, terutama para operator penerbangan di Indonesia.

Editor : Y.C Kurniantoro

Apa Reaksi Anda?