• News

  • Pendidikan

Ditjen Bimas Katolik Kemenag Bangun Dua Sekolah di Sikka

Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi saat serahkan SK Pembangunan Skolah di Palu'e Sikka
Dok: Humas Ditjen Bimas Katolik
Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi saat serahkan SK Pembangunan Skolah di Palu'e Sikka

PALUE, SIKKA,- Menjelang akhir tahun 2018, Kementerian Agama (Kemenag) melalui Bimas Katolik akan membangun dua unit sekolah di Kecamatan Palu'e, Kabupaten Sikka, Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT). 

Adapun, kedua lembaga pendidikan tersebut terdiri dari SMA dan sebuah Taman Kanak-Kanak (TK) Seminari. Dengan demikian, Kementerian Agama melalui Ditjen Bimas Katolik, ukir sejarah lahirnya Sekolah Menengah Agama Katolik (SMAK)  Santo Benediktus. 

Pembangunan sekolah tertuang dalam  Keputusan Dirjen Bimbingan Masyarakat Katolik Kementerian Agma RI Nomor 1712/ Tahun 2018. 

“Ini menjadi simbol kehadiran negara menjawab cita-cita dan kerinduan masyarakat Palue selama ini. Kementerian Aama melalui Ditjen Bimas Katolik bertekad mencerdaskan anak bangsa di Pulau Nusa Lua Palue ini,” kata Dirjen Bimas Katolik Eusabius Binsasi di Palu'e, Sabtu (22/12/2018).

Menurutnya, membangun lembaga pendidikan di pelosok negeri seperti Palu'e adalah panggilan hati sebagai seorang abdi negara dan pelayan masyarakat yang sejalan dengan cita-cita dan visi luhur Nawacita Presiden Joko Widodo untuk membangun dari pinggiran, dari daerah 3T.

Adapun program pembangunan kawasan dengan istila 3T yakni Tertinggal, Terdepan dan Terluar, Kecamatan Palu'e adalah untuk yang pertama dilaksanakan pemerintah di era kepemimpinan Presiden Joko Widodo dan Jusuf Kalla. 

“Saya ingin agar tarian Rokatenda dari Palu'e yang sudah terkenal itu menjadi inspirasi agar anak-anak Palu'e juga bisa mendunia di dunia akademik,” imbuh mantan Kepala kantor agama Kabupaten Sikka, Eusabius Binsasi.  

Palu'e dengan destinasi wisata alam Gunung Rokatenda, sebuah gunung berapi aktif di dunia ini dihuni masyarakat berpenduduk 100 persen beragama Katolik ini  harus mampu menjadi 100 persen warga Indonesia yang Pancasilais. Menjadi manusia yang Katolik 100  persen, Indonesia 100 persen dan Pancasilais adalah menjadi generasi yang cerdas, bijaksana, dan menjaga keutuhan NKRI. 

Panggilan Pembangunan dari Palu’e

Eusabius mengatakan masyarakat Palu'e bersukacita menyambut langkah positif Ditjen Bimas Katolik. Masyarakat 8 Desa di wilayah kecamatan Palu'e memadati acara penyerahan Izin Operasional SMAK Santo Benediktus dan Taman Seminari Ave Maria Bintang Laut Uwa oleh Dirjen Bimas Katolik Kemenag RI kepada Yayasan penyelenggara yang terdiri dari Bupati Sikka,  Kakanwil Kemenag NTT dan KaKanKemenag Kabupaten Sikka.

Sementara itu, salah seorang warga Leonardus Paji dalam kesempatan itu mengatakan, pihaknya bersyukur atas kehadiran dua lembaga pendidikan di Pulau Palu'e. Memang, Namun, satu hal yang tidak kalah penting bagi warga Palu'e adalah masalah 'kelistrikan'. 

“Kami bersyukur sudah terlayani masalah Pendidikan. Kami butuh listrik dari PLN, biar anak- anak kami bisa tenang belajar," imbuh Paji sebagaimana dilansir Aspri Dirjen Bimas KatolikThomas Alfa Edison. 

Selain itu, warga di 8 Desa Kecamatan Palu'e juga berharap dengan hadirnya jaringan telekomunikasi, air bersih, pelayanan kesehatan sebagaimana kebutuhan dasar masyarakat pada umumnya.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?