• News

  • Pendidikan

Hukum Siswa dengan Kekerasan yang Dilakukan Pendidik di 2018 Tinggi

Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti
KPAI
Komisioner KPAI bidang Pendidikan Retno Listyarti

JAKARTA, NNC - Komisioner Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) Bidang Pendidikan Retno Listyarti mengatakan, memberi sanksi atau menghukum siswa dengan kekerasan yang dilakukan pendidik di tahun 2018 cukup tinggi kejadiannya. 

Kata Retno, tindakannya mulai dari menampar, menjemur, menjilat wc, push-up, sit up, dihukum dengan merokok dan direkam dengan video, dan lain sebagainya. 

"Hal ini menggambarkan bahwa di lapangan masih banyak pendidik yang mendidik, menertibkan dan mendisiplinkan para siswanya dengan kekerasan, bukan dengan mengedepankan reward, penghargaan, dan kasih sayang, yang bisa kita bisa bahasakan dengan istilah disiplin positif," kata Retno, seperti dalam keterangaj tertulis yang NNC terima, Jumat (28/12/2018). 

Menurut Retno, disiplin memang harus ditegakan, tetapi ketika sanksi  yang dijatuhkan bersifat  merendahkan martabat anak didik, tentu saja hal tersebut  merupakan pelanggaran hak asasi manusia (HAM). 

Karena peserta didik masih berusia anak, maka jenis hukuman tersebut berpotensi kuat melanggar UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak, khususnya pasal 76C. 

"Banyak pendidik belum memahami UU Perlindungan Anak, sehingga masih banyak pendidik yang kerap melakukan kekerasan atas nama mendidik dan mendisiplinkan," tegas Retno.

Tidak hanya sampai situ, tiga bulan pertama di tahun 2018, publik dikejutkan dengan berbagai kasus kekerasan seksual terhadap anak yang terjadi di sekolah dan dilakukan terbanyak oleh oknum pendidik di SD dan SMP. 

Korban tidak hanya murid perempuan tetapi juga murid laki-laki, bahkan trend di 2018 justru murid laki-laki lebih rentan menjadi korban dibandingkan murid perempuan. 

Dari total korban 177 orang, terdiri dari 135 korban adalah anak laki-laki dan sebanyak 42 korban adalah anak perempuan.

 

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?