Kamis, 19 Oktober 2017 | 12:23 WIB

  • News

  • Pendidikan

Pencegahan dan Penanganan Anak Korban Narkoba Dinilai Tak Sesuai Norma

Narkoba (pilarbanten.com)
Narkoba (pilarbanten.com)

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Co Direktur Pusat Kajian Perlindungan Anak Universitas Indonesia (Puskapa) Prof Irwanto mengatakan, selama ini pencegahan dan penanganan perilaku anak tidak sesuai dengan norma yang berlaku pada masyarakat. Pencegahan dan penanganan terutama terkait dalam hal melindungi anak dari narkotika.

Masalah yang dihadapi anak-anak berubah-ubah seiring berjalannya waktu. Anak-anak juga dianggap dewasa dengan tubuh kecil.

"Anak-anak di Indonesia dalam usia delapan tahun dianggap dapat mempertanggung jawabkan perilakunya. Anak itu tidak bisa dipandang dewasa. Sampai sudah menikah, seorang anak, tetap seorang anak juga," ujar Prof Irwanto, saat menjadi pembicara dalam seminar "Membangun Peneliti, Pelaku dan Praktisi Perlindungan Anak di ndonesia", Rabu (28/9/2016).

Karena itu, anak dipandang sebagai organisme dan segmen penduduk yang rentan terhadap berbagai masalah, jika terekspose perilaku dewasanya.

Orang tua juga tidak bisa sepenuhnya bertanggung jawab akan hidup anaknya, belum lagi karena faktor lingkungan di sekitar anak yang mempengaruhi anak tersebut.

"Anak-anak pakai narkoba, namanya juga anak kecil yang coba-coba. Seperti lingkungannya pada pakai narkoba, maka anak akan ikut-ikutan." kata Irwanto.

Sekarang adalah bagaimana membantu anak melalui kajian akademik. Memilih jurusan pendidikan, melakukan eksperimen menarik, selalu menaerapkann multidisiplin dan pembangunan sebuah sisem yang di kontrol.

Kejahatan juga akan selalu lebih besar setiap tahunnya dan selalu meningkat, melihat hal tersebut, masyarakat seolah melihat tidak ada yang dapat dilakukan untuk mencegah kejahatan-kejahatan, salah satunya narkotika yang masuk dalam kehidupan anak-anak.

Selain itu setiap kejahatan pasti memiliki konteksnya hingga ada hukuman. Hukuman merupakan keputusan paling akhir yang diambil yang diberikan kepada anak. Maka hukuman bagi anak bukan variabel relevan, dimana ranah hukum memperlakukan anak sebagai orang dewasa pada mahluk kecil.

Saat ini, menurut Irwanto, yang perlu dilakukan adalah pendidikan kepada anak dengan membimbing, mendorong dan mendampingi anak.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?