• News

  • Pendidikan

88 Tahun Usia Lagu Kebangsaan Indonesia Raya

Lagu Indonesia Raya (bintang.com)
Lagu Indonesia Raya (bintang.com)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud) melalui Direktorat Jenderal Kebudayaan menggelar "Merayakan Indonesia Raya" sebagai bentuk peringatan 88 tahun usia lagu kebangsaan Indonesia Raya dan mengembalikannya pada jalur sejarah yang sebenarnya sebagai bagian dari Sumpah Pemuda.

"Dalam setiap upacara atau kegiatan resmi Pemerintah, lagu Indonesia Raya dinyanyikan bersama. Itu sudah menjadi kegiatan rutin, tapi banyak dari kita tidak tahu sejarah dari lagu kebangsaan ini," kata Dirjen Kebudayaan Hilmar Farid saat memberikan keterangan pers kegiatan Merayakan Indonesia Raya di Jakarta, Jumat (28/10/2016).

Menurut Hilmar, banyak juga yang tidak tahu bahwa syair lagu kebangsaan ini sebenarnya terdiri atas tiga stanza atau kuplet, karena biasanya yang dinyanyikan hanya satu saja.

"Sudah sejak kecil kita nyanyikannya, bahkan sampai akhirnya kita tidak perhatikan sejarahnya, tidak juga memperhatikan dinamikanya, makanya kita ingin memberikan perhatian khusus" katanya.

Karena itu, bertepatan dengan peringatan Hari Sumpah Pemuda, ia mengatakan Direktorat Jenderal Kebudayaan sengaja menggelar kegiatan Merayakan Indonesia Raya yang rencananya akan dilaksanakan pada Minggu (30/10) di Graha Bhakti Budaya, Taman Ismail Marzuki. Kegiatan tersebut diselenggarakan untuk mendudukkan kembali lagu kebangsaan ini di jalur sejarahnya yang benar.

Lebih lanjut Hilmar mengatakan bahwa para pendiri bangsa di masa lalu begitu menaruh perhatian besar terhadap musik dalam kehidupan berbangsa.

"Peraturan Pemerintah Nomor 4 Tahun 1958 adalah bukti perhatian yang besar itu. Dalam Pasal 4 ayat 2 dari peraturan tersebut disebutkan bahwa lagu kebangsaan itu adalah pernyataan perasaan nasional, bahwa lagu ini bukan sekedar lagu tapi sebuah pernyataan, ini luar biasa," jelasnya.

Dalam acara yang khusus digelar untuk memperingati Sumpah Pemuda tersebut Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Muhadjir Effendy rencananya juga akan menyampaikan kebijakan mengenai pendidikan karakter yang berkaitan dengan musik, ujar dia.

Acara tersebut rencananya akan dibuka dengan pemutaran film "Pantja-Sila: Cita-cita dan Realita" yang diikuti dengan pidato Bung Karno yang dibacakan pada sidang Badan Penyelidik Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia (BPUPKI) oleh aktor Tio Pakusadewo, selain ada pula kesempatan bagi yang hadir untuk mendengarkan lagu Indonesia Raya dari suara biola asli milik WR Supratman.

"Kita tidak pernah tahu pasti usia biola tersebut yang kemungkinannya lebih dari 88 tahun. Dan sejauh ini, biola asli milik WR Supratman ini hanya pernah dua kali digunakan kembali yakni oleh almarhum Idris Sardi, dan kali ini akan dimainkan oleh Didit," ujar dia.

Sejarah Kongres Pemuda II 1928 yang kemudian menghasilkan Sumpah Pemuda merupakan momen pertama lagu Indonesia Raya diperdengarkan oleh WR Supratman. Lagu kebangsaan Indonesia Raya, menurut dia, tergolong salah satu lagu kebangsaan yang sulit untuk dinyanyikan dibanding lagu kebangsaan beberapa negara lain.

Syair lagu Indonesia Raya pada acara "Merayakan Indonesia Raya" nanti, juga akan dibahas mendalam oleh seorang akademisi IPB yang juga khusus mendalami syair lagu Indonesia Raya Gunadi Wiradi (82). Makna 'pandu' dalam syair lagu kebangsaan Indonesia ini memiliki makna yang sangat dalam, namun sayangnya kondisi Indonesia saat ini tidak mencerminkan hal dimaksud.

"Paparan ini akan sangat berhubungan dengan pendidikan karakter kita, hanya dari kata pandu di dalam syair lagu Indonesia Raya. Pak Gunadi nanti akan memaparkan makna kata lainnya dari lagu kebangsaan tersebut," ujar Hilmar.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?