• News

  • Pendidikan

Universitas Indonesia Kukuhkan Dua Profesor Bidang Kesehatan Masyarakat

UI kukuhkan dua profesor bidang Kesehatan Masyarakat
UI kukuhkan dua profesor bidang Kesehatan Masyarakat

DEPOK, NETRALNEWS.COM - Universitas Indonesia (UI) kembali mengukuhkan dua guru besar dari Fakultas Kesehatan Masyarakat (FKM) yakni Prof. Dr. Drg. Jaslis Ilyas,. MPH sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Manajemen Sumber Daya Manusia (SDM) Kesehatan dan Prof. Dr. Drg. Indang Trihandini, M. Kes sebagai Guru Besar Tetap Bidang Ilmu Biostatistik dan Kependudukan.

Para profesor tersebut dikukuhkan oleh Rektor UI Prof. Dr. Ir. Muhammad Anis, M. Met. di Auditorium Vokasi kampus UI Depok, Sabtu (24/12/2016).

Prof. Muhammad Anis, dalam kesempatan itu menyampaikan, Prof. Jaslis Ilyas merupakan Guru Besar ke 10 dan Prof. Indang Trihandini merupakan Guru Besar ke 11 yang dikukuhkan sepanjang 2016. Selain itu kedua profesor menambah daftar Guru Besar Universitas Indonesia yang semula berjumlah 307 orang menjadi 309 orang.

Dalam kesempatan pertama, Prof. Jaslis Ilyas menyampaikan pidato pengkukuhan bertajuk 'Metode Baru Analisis Beban Kerja pada Perencanaan SDM RS untuk Efifiensi pada Era JKN yang Gering'. Prof Jaslis menyampaikan Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) tengah mengalami defisit pembiayaan sekitar Rp 6 Triliun pada 2015 dan diperkirakan akan terus mengalami defisit.

Maka masalah Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan BPJS merupakan masalah sistemik sehingga dibutuhkan review dan perubahan pada Undang-Undang Sistem Jaminan Sosial Nasional (UU SJSN), Pertauran Pemerintah (PP), Keputusan Presiden (Keppres) dan Keputusan Menteri Kesehatan (Kepmenkes) dan Surat Keterangan (SK) Dirut BPJS Prof. Jaslis memaparkan sejumlah solusi.

Pertama, mengembangkan kebijakan BPJS Kesehatan dengan multi-payors, keuntungan JKN harus dibuat rasional sesuai dengan premi dan kemampuan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN), meningkatkan mutu Primary Health Care (PHC) dan meningkatkan efisiensi pada Rumah Sakit melalui kontrol biaya personel dengan merencanakan SDM yang akurat.

Sedangkan prof. Indang Trihandini menyampaikan pidatonya yang berjudul 'Tantangan Pemenuhan Kebutuhan Sosial dan Kesehatan Lansia Indonesia'.

Prof. Indang menyampaikan kerusakan ekologis yang disebabkan oleh upaya pembangunan dan peningkatan pertumbuhan ekonomi yang telah memberikan ancaman nyata. Prof. Indang menyampaikan tiga prisnsip utama dalam pembangunan berkelanjutan melingkupi upaya untuk melindungi lingkungan hidup, masyarakat sekitar dan ketersediaan sumber daya di masa datang.

Prof. Indang menilai pemerintah perlu memperhatikan sejumlah hal berkenaan pada sistem jaminan sosial, meningkatnya ketidakmandirian dan menurunnya kesehatan penduduk. Individu harus menjaga dan meningkatkan kualitas hidup hingga lansia sehinga mampu berpernan dan hidup mandiri.

Sejumlah solusi yang disampaikan Prof. Indang diantaranya memberikan prioritas pada layanan kesehatan pada area pencegahan, promosi dan pendidikan kesehatan, sreening dan pengobatan serta rehabilitasi, pengupayaan pelayanan kesehaan secara maksmal dan holistik, memulai Community Based lansia, taman terpadu di setiap kecamatan, peningkatan dan akreditasi mutu panti lansia, Peraturan Daerah (Perda) Jaminan Long Term Care (LTC) setiap penduduk pada usia 40 tahun lebih.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?