Benazir Komarudin, ketua PPIA Monash University (kiri) bersama anggota PPIA lainnya dalam acara ''Ngobrolin'' Mimpi di Rumah Singgah di Cengkareng, Banten, Sabtu (7/1/2017).

Benazir Komarudin, ketua PPIA Monash University (kiri) bersama anggota PPIA lainnya dalam acara ''Ngobrolin'' Mimpi di Rumah Singgah di Cengkareng, Banten, Sabtu (7/1/2017).

‘‘Ngobrolin‘‘ Mimpi ala PPIA Monash University di Rumah Singgah

Selasa, 10 Jan 2017 | 13:29 WIB | Pendidikan

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Perhimpunan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) Monash University menyelenggarakan acara "Ngobrolin Mimpi" di rumah belajar dan singgah SAAB SHARES di Cengkareng, Banten, akhir pekan lalu.

Acara "Ngobrolin Mimpi" adalah bentuk kepedulian dan kontribusi pelajar Indonesia yang bersekolah di Monash University untuk memotivasi dan membangkitkan kembali semangat generasi penerus bangsa untuk memperjuangkan cita-cita mereka.

Anak-anak rumah singgah yang berumur sekitar 6 - 13 tahun diberikan papan mimpi berbentuk mind mapping berisikan mimpi-mimpi yang ingin mereka capai. Papan ini akan berfungsi pengingat dan pemicu mereka untuk terus belajar dan menabung untuk bisa mencapai mimpi yang sudah mereka tuliskan. Mereka pun sangat antusias untuk mendengarkan pengalaman pelajar Indonesia berkuliah di Australia.

"Bukan hanya kami yang memotivasi mereka untuk bermimpi dengan pengalaman kami sekolah di luar negri, tetapi juga mereka mengajarkan kami untuk selalu bersyukur dan mengingat yang lebih penting. Banyak sekali dari adik-adik di rumah singgah yang mimpinya untuk membahagiakan orangtua, melayani Tuhan, dan menjadi orang baik" ujar Benazir Komarudin, ketua PPIA Monash University.

Selain itu menurut project manager acara tersebut, Stella Chandra, PPIA  juga memilih SAAB SHARES juga karena mereka sendiri pun unik dan menginspirasi. Sabrina dan Elena melakukan sesuatu diluar seumuran mereka. Mereka juga mengajarkan anak rumah singgah untuk berani bermimpi dengan campaign #DaretoDream"

Dapat diketahui juga bahwa Rumah Singgah SAAB SHARES juga didirikan oleh kakak beradik, Sabrina (18) dan Elena (16) Bensawan yang terbilang sangat muda dan sudah menjadi memberikan bantuan sosial kepada orang banyak sejak tahun 2014.

 


Editor : Marcel Rombe Baan
Sumber : rilis