Kamis, 27 Juli 2017 | 23:35 WIB

  • News

  • Pendidikan

Kematian Mahasiswa, Menristekditi Nilai yang Bertanggung Jawab Ketua STIP

Menristekdikti (timesindonesia)
Menristekdikti (timesindonesia)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohammad Nasir menyesalkan kematian mahasiswa Sekolah Tinggi Ilmu Pelayaran (STIP) Amirullah Adityas Putra alias Amir (18) yang diduga dianiaya seniornya.

"Kami turut menyesalkan kasus kematian mahasiswa STIP. Kasus-kasus seperti itu seharusnya tidak boleh lagi terjadi," ujar Menristekdikti di Jakarta, Rabu (11/1/2017).

Ia mengatakan perguruan tinggi yang berada di bawah kementerian dan lembaga, maka kontrolnya berada di kementerian dan lembaga tersebut. Untuk STIP berada di bawah Kementerian Perhubungan. Sementara Kemristekditi hanya mengatur tentang kurikulum, akreditasi dan pembinaan akademik.

Sumber daya manusia baik pengajar dan mahasiswa berada di bawah naungan kementerian dan lembaga itu.

"Jika terjadi kekerasan di kampus tersebut, maka yang bertanggung jawab adalah ketuanya yakni Ketua STIP," katanya.

Kemristekdikti sendiri sudah sejak lama melarang kekerasan di perguruan tinggi. Menurut Nasir yang terpenting adalah mahasiswa didorong untuk cinta pada Tanah Air.

"Latihan bela negara, bukan kita latih melakukan diskriminatif antara senior dan junior," cetus dia.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa) Kemristekdikti, Intan Ahmad, mengatakan pihaknya sangat menyesalkan kasus tesebut.

"Seharusnya hal ini tidak boleh terjadi di institusi pendidikan. hal ini nampaknya sudah ditangani oleh polisi. Kami mengucapkan turut berbelasungkawa kepada keluarga mahasiswa yang meninggal," kata Intan.

Intan menyebut selama ini pihaknya selalu memberi edaran bahwa dalam masa orientasi mahasiswa baru, tidak boleh ada kekerasan sama sekali.

Sebelumnya, Kepala Bidang Humas Polda Metro Jaya Komisaris Besar Polisi Argo Yuwono mengatakan petugas menduga Amir meninggal dunia usai dianiaya para kakak angkatan di asrama STIP pada Selasa (10/1/2017) malam. Kombes Argo menuturkan Amir tidak sadarkan diri usai menerima pukulan pada bagian dada, perut dan ulu hati dari empat seniornya.

Para senior itu sempat membawa korban Amir ke tim medis pada Rabu dinihari namun mahasiswa STIP itu dinyatakan meninggal dunia.

Petugas medis dan beberapa saksi melaporkan kejadian itu ke Polsek Cilincing Jakarta Utara.

Editor : Lince Eppang
Sumber : Antara

Apa Reaksi Anda?