• News

  • Pendidikan

Isu Kebocoran Soal UN di MA, Kemenag Belum Terima Laporan

Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kemenag, Nur Cholis. (Netralnews/Ocha)
Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kemenag, Nur Cholis. (Netralnews/Ocha)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Direktur Pendidikan Madrasah Direktorat Pendidikan Islam Kementerian Agama (Kemenag) Nur Kholis Setiawan mengatakan, pihaknya belum menerima laporan terkait isu kebocoran soal Ujian Nasional (UN) yang ditemukan oleh Ombudsman Republik Indonesia (ORI) yang terjadi di salah satu Madrasah Aliyah (MA) di Cibinong.

Dijelaskan Nur Kholis, kalaupun terjadi bentuk kecurangan tersebut, Kemenag akan menindak langsung. Namun sampai isu merebak, pihaknya mengaku belum menerima keterangan tertulis mengenai bentuk kecurangan dari ORI.

"Sampai saat ini belum ada laporan (kebocoran UN) dan surat tembusan dari Ombudsman. Kita tidak bisa mendahului (ORI) karena belum dimandatkan," kata Nur Kholis, di MAN 4 Jakarta Selatan saat kunjungan Menteri Agama (Menag) Lukman Hakim Saifuddin, Selasa (11/4/2017).

Nur Kholis juga mengatakan pihaknya selalu melakukan koordinasi dengan pemerintah daerah untuk mendapatkan laporan kendala. Seperti halnya yang terjadi di Banten dan dinilai sifatnya sebagai bencana, dimana sebanyak 15 komputer dicuri, namun dikatakan masih bisa diatasi dengan sewa komputer melalui rental dan masih bisa berlangsung dengan baik.

Nur Kholis juga berharap, dalam penyelenggaraan Ujian Nasional Berbasis Komputer ( UNBK) oleh MA Tahun Ajaran 2016-2017 yang diikuti oleh 423801 peserta didik di 7260 Madrasah, baik Madrasah Aliyah Swasta (MAS) dan Madrasah Aliyah Negeri (MAN) dapat berjalan dengan baik.

"Tidak hanya berjalan dengan baik, tetapi juga UN merupakan bentuk pembinaan dan pengembangan peserta didik," kata Nur Kholis.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?