Minggu, 24 September 2017 | 10:17 WIB

  • News

  • Pendidikan

Menghukum Anak Tidak Menghentikan Mereka Berbuat Nakal

Menghukum anak tidak selalu berhasil menghentikan kenakalannya.
The Telegraph
Menghukum anak tidak selalu berhasil menghentikan kenakalannya.

WÜRZBURG, NETRALNEWS.COM – Orang tua yang dengan ketat kerap menghukum anak, tidak membantu mereka untuk mengubah perilaku. Sebaliknya, memarahi anak hanya mendorong mereka untuk melanjutkan kebiasaan buruk mereka, demikian menurut sebuah penelitian baru.

Ini menunjukkan bahwa anak-anak hanya bisa belajar menghentikan kecenderungan yang tidak diinginkan jika diberi alternatif, bukan hanya kritik dan diberi hukuman. Hanya memberi anak-anak pilihan hukuman karena nakal akan mendorong mereka untuk melanjutkan kenakalannya, kata para ilmuwan.

Profesor Andreas Eder di Institut Psikologi Umum Universitas Würzburg adalah ilmuwan yang berada di belakang penelitian ini. Penelitiannya telah mengungkapkan bahwa hukuman tidak selalu berhasil membuat anak melakukan tindakan kenakalan.

“Kami dapat menunjukkan bahwa hukuman saja tidak secara otomatis menyebabkan perilaku yang dihukum dapat ditekan,” kata Profesor Andreas Eder, seperti dilansir dari laman Daily Mail, Selasa (11/7/2017).

Untuk penelitian tersebut, peneliti meminta peserta menyelesaikan tugas sederhana dalam permainan pada sebuah layar. Sukarelawan harus memutuskan apakah jumlahnya lebih besar atau lebih kecil dengan memilih kunci yang diwakili lebih tinggi atau lebih rendah. Namun, para peserta sudah tahu bahwa saat menekan salah satu dari dua kunci itu mereka akan mendapat sengatan listrik yang sedikit menyakitkan.

Para ilmuwan berasumsi bahwa para peserta akan menekan tombol kejutan, mengantarkan mereka lebih lambat, karena takut akan konsekuensinya. Anehnya, justru sebaliknya. Para peserta menekan tombol rasa sakit bahkan lebih cepat dari sebelumnya.

Para ilmuwan terkejut dengan hasil ini, yang menunjukkan hukuman saja tidak cukup untuk menghentikan perilaku yang tidak diinginkan. Untuk mencari alasan mengapa, percobaan diulang. Sekali lagi ada dua kunci, satu memberikan kejutan lemah, yang satu lagi kejutan dengan sengatan kuat. Peserta ternyata menekan tombol lebih cepat saat diikuti oleh kejutan lemah, para ilmuwan menemukan.

Mereka mengatakan hal itu menunjukkan hukuman tidak selalu menekan perilaku buruk, meski peserta tahu ada yang tidak menyenangkan akan menyusul.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?