Minggu, 23 Juli 2017 | 21:40 WIB

  • News

  • Pendidikan

Viral Intimidasi Mahasiswa Autis, Ini Tiga Saran Gerakan Pramuka

Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault menyayangkan masih ada intimidasi di kalangan kampus. (Dok:Kwarnas)
Ketua Kwarnas Adhyaksa Dault menyayangkan masih ada intimidasi di kalangan kampus. (Dok:Kwarnas)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM - Ketua Kwartir Nasional Gerakan Pramuka, Adhyaksa Dault menyayangkan intimidasi (bully) mahasiswa yang berkebutuhan khusus di Universitas Gunadarma (Gundar), Depok, Jawa Barat. Mengecewakannya, intimidasi terjadi dan dilakukan seorang mahasiswa yang notabene kaum berpendidikan. Bagi Adhyaksa, ini merupakan perbuatan tercela dan tidak berperikemanusiaan. 

Kata Adhyaksa, intimidasi juga tidak menghargai kelemahan mental manusia sebagai ciptaan Tuhan. Maka dari itu, terkait aksi bullying tersebut, Adhyaksa Dault menilai ada tiga hal yang harus dilakukan.

Pertama, pihak kampus harus mengambil tindakan tegas dan memberikan sanksi keras kepada pelaku bullying tersebut, karena seseorang yang berpredikat mahasiswa tidak pantas melakukan itu.

"Kedua, gerakan dan sosialisasi anti-bullying harus diperkuat agar kejadian ini tidak terulang kembali. Ketiga, Pramuka agar melindungi, menyayangi dan membantu saudara-saudara yang berkebutuhan khusus di mana pun berada. Ini sebagai penerapan dari Dasa Dharma Pramuka, cinta alam dan kasih sayang pada sesama manusia,” kata Adhyaksa, seperti dalam laporan tertulis yang redaksi terima dari Humas Kwarnas Gerakan Pramuka, Senin (17/7/2017).

Hal senada disampaikan Andalan Nasional Kwarnas Gerakan Pramuka urusan Bina Anggota Dewasa, Mohammad Laiyin. Bahkan, menurutnya, mengolok sesama teman yang normal dengan istilah ‘autis’ perbuatan yang dilarang, karena akan menyakiti hati para orang tua yang sedang diuji memiliki putra-putri dengan syndrome tersebut. Menurut Laiyin, video tersebut bisa membuat orang tua yang anaknya sekolah atau kuliah bersama teman-temannya yang normal makin khawatir. 

“Video tersebut ketika viral akan berefek kepada para orang tua dari anak berkebutuhan khusus yang sedang menyekolahkan anaknya di sekolah/universitas yang inklusi bersama teman-temannya yang normal,” kata Laiyin.

Adhyaksa juga menyatakan, Gerakan Pramuka memberikan perhatian kepada mereka yang berkebutuhan khusus, salah satunya melalui kegiatan Perkemahan Nasional Pramuka Penegak dan Pandega Berkebutuhan Khusus (KEMNAS ABK) yang bekerjasama dengan Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemendikbud).

“Mereka yang berkebutuhan khusus pun bisa mandiri, berilmu, bertanggungjawab, dan kreatif sehingga mereka juga bisa berprestasi seperti yang lain,” kata Adhyaksa.

Reporter : Martina Rosa Dwi Lestari
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?