Kamis, 23 November 2017 | 08:46 WIB

  • News

  • Pendidikan

Akibat Berkebutuhan Khusus, Pianis Ananda Sukarlan Juga Korban Bullying

Maestro piano Ananda Sukarlan juga korban bullying. (Dok:Ananda)
Maestro piano Ananda Sukarlan juga korban bullying. (Dok:Ananda)

JAKARTA, NETRALNEWS.COM – Pianis Ananda Sukarlan yang juga berkebutuhan khusus karena mengidap syndrome asperger atau autistic spectrum, mengaku pernah jadi korban intimidasi.

Hanya saja, dia tak pernah peduli dengan lingkungan sekitarnya yang mengintimidasi dirinya. “Saya lawan orang-orang yang mengintimidasi saya dengan penuh percaya diri. Jadi saya tak peduli, justru saya memperlihatkan ke mereka apa yang tidak orang-orang itu miliki,” tutur Ananda, pada Netralnews, Senin (17/07/2017).

Ananda sangat menyayangkan masih adanya intimidasi di kalangan mahasiswa. Terlebih lagi yang dibully adalah orang dengan berkebutuhan khusus. Ananda berpesan jika ada anak yang sama dengan dirinya mengidap syndrome asperger, jika di sekolah suka di bully, jangan rendah diri dan jangan kesal.

 “Jangan sampai kita rendah diri. Jangan sampai merasa kita harus meminta maaf karena kita berbeda. Semua orang berbeda dan dianuegerahi Tuhan kekurangan dan kelebihan. Kekurangan bukan salah kita dan membuat kita berbeda dengan orang lain. Jika ada yang nge bully kita bukan karena apa yang kita ucapkan atau lakukan, berlakukan maaf pada orang lain,” tutur Ananda yang sekarang menetap di Barcelona.

Maestro Piano, komposer, Ananda Sukarlan ternyata pengidap Asperger's Syndrome, yakni satu dari bagian spectrum autistic. Ia baru diketahui memiliki autis setelah didiagnosa ada usia 28 tahun dan ketahuan ketika sudah tinggal di Eropa.

Syndrom Asperger merupakan bagian dari spektrum autis yang distribusi penyeberan sel-sel otak tidak merata. Beberapa sel pindah ke beberapa tempat. Penemu microsoft  Bill Gates termasuk yang mengidap syndrome asperger. 

Ananda mengaku mengidap asperger’syndrome setelah berusia 28 tahun. Saat itu terjadi keanehan tapi bukan dirasakan diri sendiri tapi juga oleh orang di sekitar termasuk  keluarga.  Keadaan lebih sulit karena saat itu autis masih menjadi penyakit yang aneh di Indonesia.

Ananda Sukarlan dikenal sebagai pianis,komponis, pendidik, penulis dan aktivis kebudayaan Indonesia. Ia juga telah bekerja sama dengan Fundacion Musica Abierta untuk membuat musik bagi anak-anak cacat (disabled). 

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?