• News

  • Persona

Mengenal Khofifah, Kader NU di Usia 26 Sudah Jadi Anggota DPR

Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansyah.
suaradewan
Menteri Sosial Khofifah Indar Parawansyah.

SURABAYA, NNC - Khofifah Indar Parawansa meniti karir politik melalui Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), yang merupakan sayap dari organisasi massa Nahdlatul Ulama (NU). Di usia 26 tahun, setelah menjabat Ketua Umum Pengurus Cabang PMII Surabaya, dia melenggang ke Senayan, Jakarta, menjadi anggota Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR) periode 1992 - 1996 dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP).

Pada masa usia yang masih tergolong muda itu Khofifah bahkan telah dipercaya sebagai Pimpinan Fraksi PPP DPR.

Selanjutnya di tahun 1999 Khofifah kembali menduduki jabatan wakil rakyat di DPR dari Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) dan menempati jabatan Wakil Ketua DPR RI.

Ketika Presiden Abdurrahman Wahid, atau akrab disapa Gus Dur, terpilih menjadi Presiden keempat Republik Indonesia, periode 1999-2001, Khofifah diangkat sebagai Menteri Pemberdayaan Perempuan sekaligus Kepala Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional.

Khofifah menjabat Menteri Sosial di Kabinet Kerja pemerintahan Presiden Joko Widodo di tahun 2014 hingga akhirnya mengundurkan diri demi mengikuti Pilkada Jatim 2018 pada 17 Januari lalu.

Kepada wartawan di Surabaya, pada 28 Juni, Khofifah mengenang dirinya bersama Saifullah Yusuf, atau akrab disapa Gus Ipul, yang menjadi pesaingnya sebagai calon gubernur nomor urut 2 di Pilkada Jatim 2018, adalah sama-sama meniti karir sebagai kader NU di bawah bimbingan mendiang Gus Dur.

Saat itu, periode 2000 - 2005, untuk pertama kalinya Khofifah menjadi Ketua Umum Muslimat NU. Pada periode yang sama di kepengurusan struktural NU, Gus Ipul menjadi Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor.

Khofifah mengaku jalinan persaudaraan dengan Gus Ipul erat terbangun pada era itu. "Gus Ipul dulu hampir setiap tiga kali seminggu mampir ke Kantor Muslimat NU di Jakarta hanya sekadar makan nasi bungkus bersama-sama," katanya, mengenang.

Khofifah merasa jalinan persaudaraannya dengan Gus Ipul mulai berjarak selama kontestasi Pilkada Jatim 2018.

Dia bertekad untuk memperbaikinya agar kembali terjalin rasa persaudaraan yang erat seperti dulu lagi.

Sehari sebelumnya, pada Rabu malam, 27 Juni, Khofifah menyatakan dirinya yang berpasangan dengan Emil Elestianto Dardak telah terpilih sebagai pemenang di Pilkada Jatim 2018, mengacu pada hasil dari berbagai lembaga penghitungan cepat.

Dia mengucapkan salam hormat kepada Gus Ipul dan pasangannya Puti Guntur Soekarno, beserta segenap koalisi partai pengusung PDIP, PKB, PKS dan Gerindra, dengan menekankan bahwa kemenangan di Pilkda Jatim 2018 adalah milik seluruh masyarakat Jawa Timur.

Khofifah berharap momen Pilkada Jatim 2018 bisa menjadi mata rantai yang berkelanjutan untuk membawa masyarakat Jawa Timur yang lebih baik dan sejahtera.

Sembari menunggu hasil penghitungan resmi dari KPU Provinsi Jawa Timur, perempuan yang semasa kecilnya berjualan es lilin keliling kampung itu kini menatap untuk segera menempati kantor di Gedung Negara Grahadi Surabaya, sebagai Gubernur Jatim periode 2019-2024, melansir Antara.

Editor : Lince Eppang

Apa Reaksi Anda?