• News

  • Persona

Ifah, Sukses Meraih Dolar dengan Teh

Ifah,  sukses  meraih dolar dengan teh.
Dok Ifah
Ifah, sukses meraih dolar dengan teh.

BANDUNG, NNC - Kesuksesan terasa lebih bermakna dan memiliki nilai tersendiri ketika berawal dari kepedulian dan kecintaan. Hal ini dialami Ifah Sarifa, pecinta dan pebisnis teh asal Bandung, Jawa Barat yang saat ini memiliki 23 gerai specialty Tea tersebar di seluruh propinsi mulai dari Mereauke, Maluku, ternate, Makassar, Balikpapan, Bali, Pontianak, Batam, Bukit tinggi, Riau, Medan, Jakarta, Bandung, Jogja, Semarang dan Surabaya.

Kisahnya berawal dari kepedulian terhadap kesejahteraan para pemetik teh yang memprihatinkan. nuraninya tergerak bertekad membantu dan mensejahterakan mereka. Sedikit demi sedikit ifah berinisiatif memenuhi kebutuhan pemetik teh mulai pengadaan sanitasi, air bersih hingga penerangan listrik dengan teknologi sederhana. Kedekatan ini, mengantarkan Ifah lebih dalam menekuni tentang teh.

Pada 2007  bermodalkan 1 juta rupiah Ifah berhasil membangun kepercayaan kemitraan dengan petani, “Intinya, harus memiliki niat yang tulus untuk maju bersama, sabar untuk membina mereka dan mengubah pembiasaaan  bertani, cinta mereka serta konsisten” kata Ifah, dalam siaran persnya, Sabtu (8/9/2018).

Ia mengaku, dirinya memiliki tujuan bagaimana menjadikan petani tidak hanya sebagai pemasok, tapi juga mampu menjadi entrepreneur, punya produk sendiri. "Untuk itu saya membangun rumah produksi teh putih (white tea) premium, produk teh putih basah dari petani saya beli 200 ribu per kilo dan mereka senang,  mereka juga saya bina dan ajarkan bagaimana mengolah teh yang baik sehingga nantinya mereka bisa memiliki produk olahan sendiri”.

Selain memiliki 23 gerai dengan omzet Rp1,725 miliar perbulan, produk teh Ifah dengan brand Arafa Tea, sudah  diekspor ke Malaysia, Qatar, Rusia dan Negara-negara di Timur Tengah. Bahkan untuk Malaysia produk arafa Tea telah membuka 5 gerai  yaitu di  Kedah, Syah Alam Mall, Johor Baru Mall, Perlis Alwahidah dan di koperasi Petronas. Untuk pasar Singapura, Ifah menggunakan  Batam sebagai pintu masuk.

Dengan melambungnya nilai tukar dolar terhadap rupiah, produk arafa tea yang merupakan binaan Dinas Pertanian Propinsi  Jawa Barat meraih keuntungan berlipat, tetapi keuntungan ini bagaikan pisau bermata dua bagi ifah, “Disatu sisi saya senang dengan melambungnya dollar, keuntungan bisa diraih berlipat, tapi disisi lain saya sedih karena rupiah nilainya turun.

Menurut dia keberhasilan menjangkau pasar ekspor  dan meraup dollar harus dimulai dari  kreatifitas , mampu  menciptakan berbagai produk berbasis teh, “teh untuk gaya hidup artinya Arafa Tea punya teh personaliti jadi setiap orang punya tehnya sendiri. Saya punya 70 racikan teh. Dan sekarang sedang saya kembangkan teh sebagai pewarna kain, produk kerudung greentea. batik greentea.  produk ecantikan dari teh, membuat minyak teh sebagai bahan baku, bantal teh untuk terapi, serta produk agrowisata di kebun teh dengan kafe edukasinya . Disana para tamu bisa  diajarkan membuat teh, makan nasi liwet greentea,  pokoknya semua serba teh,” cerita Ifah (7/9).

Perjalanan bisnis Ifah tidak terlepas dari kemitraan yang dibangun sejak awal dengan 12 kelompok tani yang tersebar di Jawa Barat, Sumatera Barat dan Bangka yaitu di desa sagaranten, Sukabumi Selatan, desa Ciroyom,Cianjut Selatan, Pangheotan,  Bandung Barat. Pasir Jambu, Ciwedey. Cibeber, Ciwedey. Cisurupan, Garut, Taraju, Tasikmalaya Lemah Sugih, Majalengka, Kulon Progo, Jogja, Menoreh.  Solok Selatan, Sumatra Barat. menthok desa tayu, Bangka Barat.

Ke depannya harapan Ifah ada standar upah yang bagus bagi petani pemetik teh, "harusnya ada standar upah , mereka pasti semangat  untuk menghasilkan kwalitas teh terbaik dan konsumen jaga akan menikmati teh premium dari negerinya sendiri" harap Ifah.

Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?