• News

  • Persona

Yulisa Baramuli, Caleg Andalan NasDem untuk Dapil DKI II dan Luar Negeri

Yulisa Baramuli,SH
istimewa
Yulisa Baramuli,SH

JAKARTA, NNC - Partai Nasionel Demokrat (NasDem) telah memperhitungkan secara matang untuk merebut 7 kursi di daerah pemilihan DKI II dan Luar Negeri pada pemilihan umum serentak, Rabu (17/4/2019) yang waktunya tersisa tiga bulan lagi.

Karena itu, Partai NasDem harus menempatkan kader-kader terbaiknya, sebab Parpol pimpinan Surya Paloh, pada pemilu 2019 nanti menargetkan 100 kursi DPR RI menuju Parlemen, Senayan 2019-2024.

Untuk dapil DKI II yang meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat, dan Luar Negeri Partai NasDem telah menempat kan 7 caleg potensial yang siap memenangkan kontestasi pemilu bergengsi itu. NasDem ingin memperjuangkan dan merebut parliamentary theshold atau ambang batas suara sebesar 4 persen agar lolos ke Senayan. Siapa saja kah mereka?

Salah satunya adalah mantan anggota DPRD dan wakil Bupati Kabupaten Minahasa Utara, Yulisa Baramuli,SH (Nomor Urut 5). Selanjutnya, Dra. Hj. Okky Assokawati, M.Si (No.1), Davin Kirana (No.2), Achmad (No.3), Shanti Ramchand (No.4), Tengku Adnan (No.6) dan Millie Lukito (No.7).

Yulisa Baramuli,SH, salah seorang tokoh perempuan asal Kabupaten Minahasa Utara, Sulawesi Utara. Dia adalah seorang pengusaha sukses, dan telah membuktikan kemampuannya dalam membangun masyarakat, sebagaimana yang telah dilakoni selama menjadi Wakil Bupati, juga sebagai Anggota Dewan yang pernah dijalaninya.

Namun, sebagai pengusaha sukses, Yulisa sadar, bahwa untuk membantu saudara-saudaranya (Masyarakat), tidak mungkin dengan mengeluarkan koceknya sendiri. Dia pun terjun ke dunia politik praktis, yakni jadi Anggota DPRD. Jelas, lewat kebijakan-kebijakan yang dibuat oleh anggota dewan, pasti ide-idenya dapat diterima pemerintah demi kepentingan masyarakat luas.

Setelah kalah di kontes pilkada 2016 sebagai calon Bupati Minahasa Utara, Yulisa Baramuli tak tinggal diam. Politisi perempuan yang lebih dikenal sebagai "Srikandi Tanah Tonsea" ini melebarkan perjuangannya dengan aktif di Partai Nasional Demokrat (NasDem). Di DPP Partai NasDem, Yulisa Baramuli dipercaya menjadi Wakil Sekjen Bidang Eksternal.

Yulisa adalah peraih penghargaan "wanita Kartini Terbaik" pada 1998, dari Kementerian Negara Urusan Peranan Wanita Indonesia.

Pribadi yang religius dan murah senyum menjadi karakter yang membuat Yulisa Baramuli sukses sebagai seorang pengusaha dan juga politisi. Jiwa enterpreneurship melekat pada sosok yang energik dan cerdas.

Salah satu kepedulian Yulisa Baramuli di bidang Seni dan Kebudayaan dibuktikannya dengan menyelenggara kan Festival Budaya Nusantara bagi pekerja migran Indonesia maupun warga Indonesia yang tinggal di Taiwan pada awal Oktober 2018.

Adapun, di Festival bergengsi ini, Yulisa memboyong sejumlah caleg dari kalangan artis Partai NasDem guna menghibur para tenaga kerja Indonesia di Taiwan. Sedikitnya 25 ribu penonton yang membludaki Alun-Alun Balai Kota Panchiao (Stasiun Banqiao) sebuah kawasan elit di New Taipe Cityu, Taiwan.

Yulisa tidak hanya menghibur masyarakat Indonesia dan Pekerja Migran Indonesia (PMI) di sana, namun dia juga memberikan kesempatan tatap muka dengan masyarakat untuk memberikan masukan-masukan dan ide-ide menyangkut nasib masyarakat Indonesia di perantauan Taiwan, yang aspirasinya melalului Partai NasDem kepada pemerintah, terutama bagi wakilnya yang akan duduk di kursi DPR RI di Parlemen, Senayan.

"Kegiatan ini sebagai bentuk apresiasi untuk menghibur dan menjadi wadah silaturahmi bagi para warga negara dan pekerja Indonesia nyang sedang berada di Taiwan," kata Yulisa Baramuli, sebagaimana dilansir laman berita Partai NasDem, 2018.

Terjunnya Yulisa Baramuli di dunia politik nasional bukan sekedar ingin mencari popularitas atau jabatan semata. Namun, Yulisa ingin menjawab panggilan nurani untuk ikut membaktikan diri bagi bangsa dan negara.

"Kalau hanya untuk kepentingan diri sendiri, sebagai pengusaha saya sudah berkecukupan, tetapi bukan itu tujuan saya," kata Yulisa yang pada Minggu (13/1/2019) akan menggelar deklarasi dukungan Partai NasDem kepada capres-cawapres Joko Widodo-KH.Ma'ruf Amin di Taiwan bersama wasekjen Hermawi Taslim.

Masih menurut Yulisa, bahwa kegelisahannya terhadap kepentingan rakyat menjadi alasan untuk kembali mengabdikan diri didunia politik.

"Ini adalah panggilan nurani untuk ikut serta membangun negeri," jelasnya.
Panggilan Nurani Yulisa tidak hanya dijawab dengan menjadi caleg atau menjadi wakil Bupati bahkan Anggota DPR yang pernah diembannya.

Namun, Yulisa juga telah berbagi pengalaman berbakti kepada bangsa dan negara lewat sebuah Buku karyanya berjudul "Menjawab Problematika Pembangunan Ekonomi Rakyat Daerah" yang telah diluncurkan beberapa waktu lalu di Jakarta.

Figur yang bersih serta memiliki jaringan tingkat nasional, membuat dirinya memiliki kans besar memenangkan kursi untuk NasDem DPR-RI mewakili Jakarta II.

Sepanjang mengabdikan diri pada masyarakat, Yulisa selalu menekankan pada kinerja birokrasi yang harus total terutama dalam pelayanan dan kinerja penyerapan anggaran tiap SKPD. Ketika masih menjabat sebagai wakil Bupati Minahasa Utara, Yulisa menhgaku pernah memanggil 15 SKPD yang memiliki lapor merah karena rendahnya pencapaian yang dilakukan SKPD tersebut.

Menurutnya, setiap SKPD seharusnya bisa cepat bergerak. Dia mengingatkan kepada sejumlah SKPD untuk berhati-hati dalam soal pengelolaan keuangan. Tentu saja, hal ini juga yang akan ditekankan Pemerintah DKI ketika Yulisa Baramuli  mendapat amanah dari warga Jakarta untuk mewakili mereka di DPR RI melalui Fraksi Partai NasDem, jika kelak dirinya terpilih.

Semoga perjuangan Ibu Yulisa Baramuli dan teman-temannya di Pemilu 2019 akan sukses, sehingga nasib masyarakat yang diperjuangkannya semakin membaik dan sejahtera.

"Saya mengajak seluruh warga indonesia di Perantauan untuk berpartisipasi di pemilu 2019 dengan menggunakan hak pilihnya kepada calon yang benar-benar memperjuangkan para WNI di Perantauan" imbuh Yulisa Baramuli, Caleg Nomor Urut 5 dari Partai Nomor Urut 5, Dapil DKI II, meliputi Jakarta Selatan, Jakarta Pusat dan Luar Negeri.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?