• News

  • Politik

Pascaputusan MK, Ini Prediksi Fadli Zon soal Capres di Pemilu 2019

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.
NNC/Dominikus Lewuk
Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon.

JAKARTA, NNC - Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon menilai, pascaputusan Mahkamah Konstitusi (MK) tentang uji materi pasal 222 Undang-undang Pemilu memberi sinyal hanya akan ada dua calon pasangan yang maju di Pilpres 2019 mendatang. Sebab, ambang batas pencalonan presiden (presidential threshold) 20 persen kursi DPR atau 25 persen suara sah nasional pada Pemilu 2014, akan dipakai lagi pada perhelatan pemilu 2019.

Meski demikian dia menegaskan, Presidential Threshold tidak akan mempersulit langkah Ketua Umum Partai Gerindra Prabowo Subianto menjadi capres 2019 yang akan datang. 

"Saya kira tidak ya, tapi kan tingkat politik sangat dinamis. Lihat saja di pilkada ini, dalam akhir (jelang masa pendaftaran di KPU Daerah, red) bisa berubah-ubah apalagi dalam pemilu presiden. Sangat tergantung sejumlah faktor," kata . Fadli Zon, Jumat (12/1/2018)

Hanya saja Fadli menuturkan, putusan ini memberikan pembatasan terhadap hak setiap warga negara untuk dipilih dan memilih.

"Jadi untuk dipilih harusnya nol persen, kan yang harus menjadi pembatasan itu adalah parpol. Parpol untuk duduk dan mendapatkan threshold saja susah," ujar Fadli Zon

Dia melihat ke depan akan semakin sedikit pasangan capres dan cawapres yang dibangun dengan koalisi yang ada.

"Paling tidak maksimum saya kira tiga, tapi dugaan saya mengerucut dua kandidat," kata wakil ketua DPR itu.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?