• News

  • Politik

Progres 98: Lakon ‘Politik Kuda Liar‘ Fadli Zon Jadi Idola Penyebar Hoax

Wakil Ketua DPR Fadli Zon
NNC
Wakil Ketua DPR Fadli Zon

JAKARTA, NNC - Ketua Progres 98 Faizal Assegaf menilai, rangkaian manuver Wakil Ketua DPR Fadli Zon lebih mengandalkan isu-isu destruktif dan makin mengarah pada penyaluran dendam politik.

"Perilaku dan pendekatan tersebut sangat memprihatinkan, jauh dari etika serta berpotensi menyuburkan gosip-gosip politik identitas demi memelihara sentimen kebencian dan ikatan emosional pengikutnya," kata Faizal kepada NNC, Selasa (6/2/2018).

Sayangnya, disebut Faizal, tidak ada upaya pencerahan dan komitmen Fadli Zon untuk mendorong kesadaran berpolitik dan berdemokrasi yang sehat.

"Walhasil, sebagai petinggi partai yang berada di sentrum oposisi, lakon 'politik kuda liar' yang dipraktekkan Fadli Zon memberi keuntungan bagi kelompok penyebar hoax," ucap dia.

"Suka atau tidak, berbagai kritikan yang dilancarkan oleh Fadli Zon dalam mengoreksi kekuasaan Jokowi (Presiden Joko Widodo) terkesan hanya menargetkan penciptaan kegaduhan di ruang publik tanpa memberi solusi apapun," sambungnya.

Akibatnya, Faizal menyebut akal sehat dan nurani rakyat dibuat terjebak dalam aneka retorika politik yang tidak mendidik, tendensius dan menyiram prasangka sesama anak bangsa.

"Pertunjukan model 'politik kuda liar' ala Fadli Zon, kini semakin menemukan kohesi dengan perilaku dan watak kelompok penyebar hoaks," tutur salah satu pendiri Presidium Alumni 212 itu.

"Tampaknya kedua pihak saling memperluas barisan kebencian dengan kebebasan berpendapat sebagai arena penyaluran kebencian dan hasutan kepada lawan politiknya," pungkasnya.

Jika hal itu dibiarkan, lanjut Faizal,  dapat berakibat buruk dan akan berakumulasi pada tujuan-tujuan jahat untuk merusak tatanan kehidupan berbangsa.

"Namun saya kira mayoritas rakyat yang masih berpikir waras dan cerdas, tidak akan terjebak dengan hasutan politik Fadli Zon. Dia justru semakin terstigma sebagai lokomotif politik identitas dan menjadi idola kelompok penyebar hoaks," tutupnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?