• News

  • Politik

Jelang Pilpres 2019, PPP Ungkit Kasus Obor Rakyat, Gerindra Tersinggung

Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman
Dokumen NNC/Adiel Manafe
Ketua Bidang Advokasi DPP Partai Gerindra Habiburokhman

JAKARTA, NNC - Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) rupanya merasa tersinggung saat Ketua Umum Partai Persatuan Pembangunan Romahurmuziy atau yang biasa disapa Romy kembali mengungkit soal kasus tabloid kontroversial Obor Rakyat yang terbit di tahun politik jelang Pilpres 2014 lalu.

Partai Pimpinan Prabowo itu  mempertanyakan maksud Romy yang secara blak-blakan mengungkit aksi tabloid Obor Rakyat kala itu.

"Pernyataan Ketua PPP Romahurmuziy soal ada oknum pendukung Prabowo menyampaikan gagasan membawa dummy (desain awal majalah) Obor Rakyat kepadanya perlu dipertanyakan. Kami khawatir ini dapat dipersepsikan sebagai character assasination kepada Pak Prabowo, karena Romy saat ini adalah pendukung Pak Jokowi," kata Ketua Bidang Advokasi Partai Gerindra Habiburokhman dalam keterangan persnya, Minggu (15/4/2018).

Menurut Habiburokhman Direktur Timkamnas Prabowo-Hatta semasa kampanye Pilpres 2014 itu, ada dua hal yang dia pertanyakan soal sikap blak-blakan Romy.

"Pertama, mengapa Romy tidak menyampaikan informasi tersebut kepada Timkamnas Prabowo-Hatta? atau kepada kami di Direktorat hukum dan Advokasi? karena ini menyangkut masalah hukum yang amat serius dan justru bisa jadi bumerang. Kalau benar waktu itu ada oknum yang berniat melancarkan fitnah tentu akan kami tindak dengan tegas," ujar Habiburokhman.

"Hal kedua, mengapa Romy juga tidak menyampaikan keterangan pada saat kasus Obor Rakyat disidang di PN Jakarta Pusat?. Yang saya tahu dalam amar putusan baik tingkat pertama ataupun banding tidak ada satu kalimat pun yang menyatakan keterlibatan Tim Prabowo-Hatta," urainya.

Sebagaimana diketahui sebelumnya, Romy berbicara dalam sambutan di Munas Alim Ulama PPP di Hotel Patrajasa Semarang, Jawa Tengah, Jumat (13/4/2018) yang lalu.

Dia  menceritakan, pada masa kampanye Pilpres 2014 dirinya masih menjabat Ketua Divisi Strategi Kampanye Prabowo-Hatta, karena PPP masih masuk dalam Koalisi Merah Putih.

Disebutnya, bahwa ketika itu banyak masukan mulai dari yang produktif hingga provokatif. Beberapa hal yang provokatif yaitu Jokowi keturunan Tionghoa dan aktivis PKI. Isu itu ternyata sudah dibuat dalam bentuk cetak bernama Obor Rakyat.

"Di antara pemikiran provokatif itu adalah bahwa Pak Jokowi adalah anak seorang Tionghoa bernama Oey Hong Liong dan dia adalah aktivis PKI. Itu dibukukan dalam satu tabloid bernama Obor Rakyat," urai Romy.

Bahkan Romy diminta untuk mengedit tablid tersebut namun langsung ditolak karena setelah membaca kontennya ia merasa kalau itu adalah fitnah.

"Saya mengatakan ini fitnah. Kalau nanti Prabowo tidak menang, kita bakal dapat masalah. Maka saya tidak mau melakukan koreksi," tegas Romy.

Meski tanpa koreksi dari Romy, tabloid itu sudah diproduksi sebanyak 1 juta eksemplar kemudian disebar ke 28 ribu pondok pesantren dan 724 ribu Masjid.

"Saya berada di jantung pertarungan itu dan saya baru cerita kali ini," ujar Romy.

Dia menambahkan, kini PPP berusaha meluruskan hoax yang sudah ditelan oleh masyarakat itu, Klarifikasi terus dilakukan termasuk di hadapan para ulama karena fitnah-fitnah itu merupakan pembunuhan karakter untuk Jokowi.

"Terus berusaha kita luruskan dan klarifikasi. Karena itu betul karakter assassinantion kepada Pak Jokowi," papar Romy.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?