• News

  • Politik

Cak Imin Ngebet Deklarasi Cawapres, PPP: Capresnya Siapa? Kok Keganjenan

Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar
dok.Istimewa
Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa Muhaimin Iskandar

JAKARTA,NNC -- Kadar kepercayaan diri Ketua Umum Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Muhaimin Iskandar, alias Cak Imin kian tinggi seiring mimpinya untuk meraih kursi calon wakil presiden (cawapres) di 2019. Hal itu dapat dilihat dari manuver Cak Imin dalam melakukan lobi-lobi politik.

Tak hanya itu, cara Cak Imin untuk menarik perhatian para capres salah satunya Joko Widodo (Jokowi) pun bisa dibilang luar biasa. Dari naik pesawat, naik kareta api hingga menguasai bilboard baliho, yang oleh Presiden Jokowi 'jumlah baliho' Cak Imin lebih banyak dari baliho ASIAN GAME 2018.

Sayangnya, meski Cak Imin yang begitu semangat bahkan ngebet mempromosikan diri sebagai calon wakil presiden di pilpres 2019, memunculkan pertanyaan bahkan kritikan dari sesama parpol hijau, tentang siapa sosok yang menjadi capresnya jika cak Imin sudah mendeklarasikan sebagai cawapres 2019?

Pertanyaan itu terlontar dari Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Achmad Baidowi. Dia menilai langkah percaya diri Cak Imin sangat baik. Namun, Baidowi merasa heran, sebab saat ini belum ada capres yang menunjukkan tanda-tanda akan meminang Cak Imin sebagai cawapres.

"Capresnya (Cak Imin) siapa?" kata Baidowi di Gedung DPR, Jakarta, Jumat (11/5/2018).

Achmad Baidowi pun tidak mempersoalkan klaim Muhaimin yang sudah mendeklarasikan dan membentuk posko pemenangan Joko Widodo-Muhaimin (JOIN).

"Kata siapa? Ya sudah katanya Cak Imin. Kalau kami capresnya Jokowi. Soal cawapres (untuk Jokowi) baru akan kami bahas setelah pilkada 2018," ujar Baidowi.

Baidowi menambahkan, parpolnya maupun koalisi pendukung Jokowi masih konsentrasi kepada persoalan pilkada. Menurut dia, jika Ketua Umum Partai Golkar Airlangga Hartarto atau Cak Imin, bermanuver silakan saja.

"Toh nanti akan diputuskan setelah pilkada dan yang punya kewenangan memutuskan Pak Jokowi sebagai user," jelasnya.

Baidowi mengibaratkan capres dan cawapres itu seperti pasangan suami istri. Nah, kata dia, kalau capres diposisikan sebagai suami, tentu akan menjadi cawapres atau istri yang kira-kira cocok.

"Mohon maaf ya, kalau istrinya keganjenan, atau suami istrinya yang keganjenan itu biasa saja. Kami tidak risau, toh sampai saat ini Pak Jokowi juga belum memiliki cawapres buat Pilpres 2019," ujarnya menyindir.

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?