• News

  • Politik

Rustam Ibrahim: Jokowi Bukan Tuhan yang Bisa Berfirman Kun Fayakun

Presiden Joko Widodo
Tebing News
Presiden Joko Widodo

JAKARTA, NNC - Direktur Lembaga Penelitian, Pendidikan dan Penerangan Ekonomi dan Sosial ( LP3ES) Rustam Ibrahim, mengomentari keinginan Presiden Joko Widodo (Jokowi) agar di rest area (tempat peristirahatan) di jalan tol, tak hanya diisi oleh produk asing, seperti McDonalds, Starbucks, dan KFC.

Menurut Rustam, permintaan Jokowi merupakan aksi nyata dari seseorang yang berjiwa nasionalis, dan bukan hanya sekedar omongan belaka.

"Presiden @jokowi minta agar rest area di jalan2 tol tidak lagi dipenuhi restoran2 seperti KFC & Starbucks, tapi berbagai makanan tradisional daerah2 di Indonesia seperti sate, soto, gudeg, dsb," tulis Rustam di akun Twitternya @RustamIbrahim, Senin (16/7/2018).

"Permintaan sederhana seorang nasionalis in action, bukan nasionalis omong doank," tandasnya.

Apa yang disampaikan Rustam, mendapat tanggapan dari salah satu warganet (netizen). Ia mempertanyakan realisasi dari apa yang diinginkan Jokowi.

"Terus kejadian? Dimana yg gak ada starbak? Kfc dll?" cuit @4rdipratama.

Mendapat pertanyaan demikian, Rustam menjawab jika semuanya butuh proses dan waktu untuk mewujudkan hal tersebut, karena Jokowi bukanlah Tuhan yang ketika menghendaki sesuatu hanyalah berkata 'Jadilah!' maka terjadilah sesuai dengan firman-Nya itu (Kun Fayakun).

"Jokowi bukan Tuhan yang bisa berfirman Kun Faya Kun. Jokowi seorang manusia biasa yang bekerja keras untuk kepentingan rakyat. Ada proses, ada waktu untuk mewujudkan proyek/programnya. Tapi yang jelas lebih cepat dan mudah2an tidak mangkrak," jelas Rustam.

Sebelumnya, di sela-sela peresmian Tol Kartasura-Sragen di Gerbang Tol Ngemplak, Boyolali, Jawa Tengah, Minggu (15/7/2018), Presiden Jokowi meminta kepada pihak pengelola jalan tol untuk tidak lagi memprioritaskan produk asing dijual di rest area, tetapi menggandeng pelaku UMKM agar menyajikan produk asli dalam negeri.

"Jangan sampai titik-titik yang ada kegiatan ekonomi itu justru diisi merek-merek asing, brand-brand asing. Saya minta di setiap rest area jualannya bukan McDonalds, Kentucky, dan Starbucks. Tapi mulai diganti sate, soto, tahu guling, dan gudeg," kata Jokowi.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?