• News

  • Politik

Aktivis 98: Parpol Anti Jokowi Jangan Tebar Kebencian di Pilpres 2019

Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat mendaftar ke KPU.
NNC/Anhar Rizki Affandi
Joko Widodo dan Ma'ruf Amin saat mendaftar ke KPU.

JAKARTA, NNC - Jelang Pilpres 2019, Jaringan Aktivis Reformasi Indonesia (JARI) 98 mengajak semua pihak untuk bersikap dewasa dalam berdemokrasi dan tidak saling mencaci maki, meskipun Pilpres 2019 berasa seperti Pilkada DKI 2017.

Hal itu disampaikan Sekjen JARI 98 Ferry Supriyadi dalam diskusi publik bertema 'Pemilu Damai Tanpa SARA, Demokrasi 2019 Tanpa Caci Maki' yang diinisiasi Aliansi Aktivis Muslim Nusantara di kawasan Cikini, Jakarta Pusat, Jumat (14/9/2018).

"Kami tak ingin ajang pesta demokrasi ini menjadi ajang caci maki antar pendukung karena justru menimbulkan konflik horizontal," kata Ferry.

JARI 98 juga meminta supaya bakal capres-cawapres, timses, relawan, hingga simpatisan utuk tidak menghalalkan segala cara dalam meraih kekuasaan. Sebab hal itu dinilai sangat rentan permusuhan dan kebencian antar golongan.

"Di era milenial ini, harusnya teknologi bisa menjadi ajang kreatifitas namun justru disalahgunakan untuk saling menghujat di sosial media, penyebaran meme tidak jelas, bahkan simbol negara jadi ajang kekonyolan. Inilah kemunduran demokrasi. #2019GantiPresiden ini juga kemunduran demokrasi," tegas Ferry.

Hal itu disampaikan Ferry, mengingat selama ini ia melihat banyak elit politik yang cuma omong kosong dengan meneriakkan demokrasi, namun faktanya tidak di implementasikan dan justru memainkan emosi publik sehingga rakyat menjadi pendendam. 

"Ada parpol anti Jokowi yang selama ini menebarkan kebencian, kita melihat mereka sedang melakukan pembodohan di masyarakat, statemen yang dikeluarkan dan informasi di publik kecenderungan nya agar masyarakat menjadi apatis. Itu hanya untuk memainkan emosi masyarakat untuk menjadi sebuah ajang adu kekuatan," ungkapnya.

Sementara itu, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) menyakini, Pemilu 2019 bakal berlangsung damai apabila tidak ada provokasi maupun menebar kebencian oleh pihak-pihak yang tidak bertanggung jawab. 

"Pemilu damai itu akan tercipta syaratnya kalau semua pihak menghormati perbedaan pilihan, baik yg pro Jokowi dan pro Prabowo. Tapi kalau misalnya saling memprofokasi membangun kebencian, tidak akan terjadi pemilu damai," ujar politisi PKS Pipin Sopian. 

Kendati demikian, Pipin optimis bawa Pemilu 2019 bakal berlangsung damai aman dan tentram. "Tapi saya optimis bahwa pemilu 2019 insyaallah akan berjalan lancar dan berjalan damai, dan membutuhkan komitmen semua pihak," tandasnya. 

 

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Widita Fembrian

Apa Reaksi Anda?