• News

  • Politik

Kabar Habib Rizieq Dicekal, Ini Tanggapan Kubu Jokowi dan Prabowo

Diskusi dari kedua kubu Jokowi dan Prabowo.
NNC/Adiel
Diskusi dari kedua kubu Jokowi dan Prabowo.

JAKARTA, NNC - Juru Bicara Tim Kampanye Nasional (TKN) pasangan capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin, Farhat Abbas menegaskan, pemerintahan Jokowi tidak mungkin melakukan pencekalan atau menghalangi kepulangan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab ke Indonesia.

Hal itu disampaikan Farhat saat konferensi pers bersama salah satu Juru Kampanye Nasional (JKN) pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Lieus Sungkharisma, di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Sabtu (22/9/2018).

Keduanya menggelar konferensi pers dalam menyikapi pernyataan pihak Gerakan Nasional Pengawal Fatwa Ulama (GNPF-U), bahwa Habib Rizieq ingin kembali ke tanah air, namun dicekal dan ada kekuatan besar yang melakukan hal tersebut.

"Ini adalah keluh kesah abang saya (Lieus), yang dimana pendukung Prabowo-Sandi menginginkan Habib Rizieq pulang. Menurut Habib Haikal (Anggota Dewan pembina GNPF-U) bahwa ada kekuatan besar yang menghalangi Habib Rizieq pulang, menurut saya itu tidak mungkin," kata Farhat.

Menurut politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) ini, justru pemerintah, khususnya aparat penegak hukum, menyambut baik jika Habib Rizieq Rizieq ingin kembali ke Indonesia, agar berbagai kasus yang menjeratnya dapat diselesaikan sehingga ada kepastian hukum.

"Kepentingan pemerintah Indonesia, khususnya Polri yang menginginkan Habib Rizieq kembali. Kalau ada pernyataan dia ingin kembali ke Indonesia mengikuti aturan yang berlaku di Indonesia, kita akan jemput, kalau perlu kita siapkan pesawat khusus untuk mengangkut beliau ke Indonesia," ujar Farhat.

"Karena menurut saya, kan sama-sama ingin adanya kepastian hukum, Habib Rizieq kan ingin membuktikan kalau dia tidak bersalah, karena sudah ada SP3, gak tau kalau ada perkara-perkara lain yang belum masuk tahap-tahap penyidikan. Tapi kalau surat panggilannya kemudian ada alasan sakit atau ada kepentingan, itu tidak mungkin akan datang ke Indonesia," sambungnya.

Lebih jauh Farhat menjelaskan, jika seseorang dicekal di luar negeri, maka ada persoalan yang dilakukan oleh yang bersangkutan di negara tersebut. "Kalau pak Habib tidak bisa pulang ke Indonesia, berarti ada persoalannya satu, melakukan kejahatan pidana di luar negeri, adanya utang piutang di luar negeri, ataupun minta suaka politik di luar negeri, nah itu yang terjadi kalau dicekal di luar negeri," paparnya.

Kecuali, lanjut pria yang juga berprofesi sebagai pengacara ini, jika Habib Rizieq ingin kembali ke tanah air, namun tidak diizinkan pihak imigrasi Indonesia, barulah hal itu bisa dituding ada campur tangan pemerintah. "Seandainya Habib Rizieq sudah sampai di imigrasi Indonesia kemudian dia disuruh pulang, berarti orang Indonesia betul yang melarang Habib masuk ke Indonesia," jelas Farhat.

Sementara itu, Lieus Sungkharisma menyebut, kabar pencekalan Habib Rizieq membuat kaget banyak pihak.
"Jadi rakyat benar-benar kaget, kok bisa Habib Rizieq dicekal, memangnya salah dia apa sampai gak bisa kembali ke negaranya sendiri," ucap Lieus.

"Kaget karena informasi dari GNPF ternyata bukannya Habib Rizieq tak mau kembali tapi dia dicekal, keluarganya bisa keluar ke Arab Saudi tapi beliaunya gak bisa. Padahal rumahnya disini, dan kehadirannya di Indonesia sangat dinanti oleh masyarakat, karena beliau adalah salah satu tokoh bangsa dan ulama panutan," imbuhnya.

Untuk itu, Koordinator Forum Rakyat ini berharap, pemerintahan Jokowi segera mengambil langkah-langkah memulangkan Habib Rizieq. "Gak ada alasankan seorang warga negara ada di luar negeri terus mau pulang gak bisa tanpa kesalahan yang jelas. Kasusnya juga sudah di SP3. Nah ini Pak Jokowi harus mengambil langkah-langkah segera,
diselediki siapa yang melakukan pencekalan, ini kejahatan, beliau ini imam besar," tegasnya.

Jika pemerintah tidak memulangkan Habib Rizieq, lanjut Lieus, maka bisa menimbulkan kecurigaan adanya muatan politik dibalik pencekalan tersebut. "Dasarnya (pencekalan) apa? kan gak benar. Ini tanggungjawab presiden, kehormatan kita punya negara kan, kenapa bisa dicekal gitu? Janganlah menzolimi ulama-ulama Indonesia cuma karena beda pilihan politik. Ini harus segera diselesaikan," ucap dia.

Sebelumnya, di acara ILC yang tayang pada Selasa (18/9/2018),
Ketua GNPF Ulama Yusuf Muhammad Martak mengatakan, Habib Rizieq belum bisa pulang ke Indonesia karena dicekal di Arab Saudi. "Dan Habib Rizieq saat ini statusnya dicekal. Tidak bisa keluar dari Saudi Arabia. Visa masih hidup, beliau akan meninggalkan Saudi, keluarganya dibebaskan dari imigrasi. Habib Rizieq dicekal," ujar Yusuf dalam acara tersebut.

Sementara itu, Anggota Dewan pembina GNPF Ulama Haikal Hassan mengungkapkan, ada kekuatan besar yang berupaya menghalangi kepulangan Habib Rizieq. "Sampai detik ini, Habib Rizieq demi Allah ingin sekali pulang. Tapi ada kekuatan yang tidak bisa membuat dia pulang. Demi Allah saya bersumpah. Karena hampir setiap malam saya berkomunikasi," kata Haikal di acara tersebut.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Sulha Handayani

Apa Reaksi Anda?