• News

  • Politik

Soal Tampang Boyolali, Farhat: Wajar Mereka Turun ke Jalan

Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas
NNC/Adiel Manafe
Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas

JAKARTA, NNC - Politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Farhat Abbas berpendapat, pidato calon presiden nomor urut 02 Prabowo Subianto yang menyinggung 'tampang Boyolali' telah mengecilkan dan menghina rakyat.

Karenanya, ia menilai wajar jika ribuan warga dan Bupati Boyolali turun ke jalan memprotes pernyataan tersebut, hingga ada yang melaporkan Prabowo ke Polda Metro Jaya.

"Kata tampang Boyolali adalah rasis, mengecilkan dan menghina, wajar jika rakyat dan Bupati Boyolali turun ke jalan protes dan melaporkan Prabowo," kata Farhat kepada NNC, Selasa (6/1/2018).

Sebelumnya, saat berpidato di acara peresmian Posko Badan Pemenangan Prabowo-Sandiaga Uno di Kabupaten Boyolali, Selasa (30/10/2018), Prabowo sempat menyinggung soal 'tampang Boyolali' tidak bisa masuk hotel mewah.

Awalnya, Prabowo menyebut jika bangsa Indonesia tidak menguasai perekonomiannya sendiri. Sebagai contoh ia menyinggung banyak gedung dan hotel-hotel mewah di Jakarta yang bukan milik Indonesia.

Mantan Danjen Kopassus itu kemudian menyinggung sejumlah nama hotel mewah. Ia menegaskan, hotel-hotel itu tidak bisa dinikmati oleh rakyat kelas bawah, lantaran bukan tampang orang kaya, melainkan 'tampang Boyolali.'

"Sebut saja hotel mana di dunia yang paling mahal, ada di Jakarta. Ada Ritz Carlton, ada apa itu, Waldorf Astoria Hotel. Namanya saja kalian tidak bisa sebut. Ada St Regis dan macam-macam itu semua tapi saya yakin kalian tak pernah masuk hotel-hotel tersebut. Betul?" sambung Prabowo.

"Kalian kalau masuk mungkin kalian diusir karena tampang kalian tidak tampang orang kaya. Tampang kalian, ya, tampang-tampang Boyolali ini," ungkap Prabowo.

Pidato Prabowo itu berbuntut panjang. Pada Jumat (2/11/2018) malam, Ia dilaporkan di Polda Metro Jaya oleh seorang pria kelahiran Boyolali bernama Dakun karena menganggap ucapan Prabowo telah menyinggung warga Boyolali.

Sementara di Boyolali, ribuan warga turun ke jalan pada Minggu (4/11/2018) kemarin dan mengecam pernyataan Prabowo. Mereka juga menuntut Ketua Umum Partai Gerindra itu meminta maaf lantaran pernyataannya dinilai merendahkan martabat warga Boyolali.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Wulandari Saptono

Apa Reaksi Anda?