• News

  • Politik

Habib Novel: Yusril Menyimpang dari Syariat Islam dan Robohkan PBB!

Habib Novel Chaidir Bamukmin
Dokumentasi NNC/Adiel Manafe
Habib Novel Chaidir Bamukmin

JAKARTA, NNC - Calon anggota DPRD DKI Jakarta dari Partai Bulan Bintang (PBB) Habib Novel Chaidir Bamukmin mengatakan, Ketua Umum PBB Yusril Ihza Mahendra (YIM) telah mempermainkan hasil Ijtima Ulama ke-2 untuk mendukung pasangan capres-cawapres Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

Pernyataan Habib Novel ini terkait keputusan Yusril menjadi pengacara capres-cawapres Joko Widodo (Jokowi)-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Menurutnya, jika Yusril tidak menarik diri sebagai pengacara paslon nomor urut 01 itu, maka Yusril telah merobohkan PBB. 

"Tentunya saya sangat kecewa apalagi Ijtima Ulama ke-2 dipermainkan oleh YIM, maka kalau YIM tidak menarik sikapnya, ini sangat merobohkan PBB," kata Habib Novel kepada NNC, Kamis (8/11/2018).

Ditambahkannya, meski keputusan Yusril jadi Pengacara Jokowi-Ma'ruf atas nama pribadi dan profesionalitas sebagai lawyer, namun sebagai pimpinan partai berbasis Islam, Yusril disebutnya telah melakukan penyimpangan dari syariat Islam.

"Walau sikap itu adalah sikap pribadi YIM, dan memang secara jalur lawyer sah-sah saja, namun beliau ini Ketum Partai Islam telah melakukan penyimpangan dalam syariat Islam yang justru PBB menerapkan itu," ungkap Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 itu.

"Karena yang dilakukan YIM penyimpangannya lebih dari pada berzinah dan minum miras. Dan partai manapun kalau sudah menemukan orang berzinah pasti dipecat. Karena YIM ini sanksi hukumnya dalam syariat Islam dihukumkan fasik, dzolim dan munafiq, karena telah menyalahi ayat-ayat suci yang mengatur umat Islam berpolitik," tandasnya.

Lebih jauh Habib Novel menyebut, keputusan Yusril telah membuat telah merugikan dia dan rekan-rekannya sesama caleg PBB. Pasalnya, mereka bergabung bersama partai berlambang bulan sabit dan bintang itu lantaran didasari oleh semangat gerakan '2019 Ganti Presiden' dan hasil Ijtima Ulama.

"Tentunya saya sangat kecewa. Saya dan kawan-kawan sebagai caleg PBB sangat terpukul karena sikap YIM ini sangat mencederai partai Islam satu-satunya yang dipimpin oleh YIM," ujar Sekjen Koordinator Pelaporan Bela Islam (Korlabi) itu.

"Ini sangat merugikan kami, karena kami masuk PBB yang 70% ini karena dengan semangat ganti presiden dan mengikut ijtima ulama yang kedua, dan konstituen pun mereka siap mau bahu-membahu membesarkan PBB, sehingg dengan sikap YIM konstituen kabur," pungkas Habib Novel.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?