• News

  • Politik

Yusril Bela Jokowi, Novel: Ini Cederai Partai Islam, Saya Kecewa dan Terpukul 

Habib Novel Chaidir Bamukmin
berita168
Habib Novel Chaidir Bamukmin

JAKARTA, NNC - Pengacara yang juga Ketua Umum Partai Bulan Bintang (PBB), Yusril Ihza Mahendra, memutuskan menjadi kuasa hukum capres-cawapres Joko Widodo-Ma'ruf Amin di Pilpres 2019. Keputusan itu membuat calon anggota DPRD DKI dari PBB Habib Novel Chaidir Bamukmin kecewa dan terpukul.

Menurut Habib Novel, dirinya dan rekan caleg lain dari PBB kecewa lantaran keputusan Yusril telah mencederai PBB sebagai partai berbasis Islam.

"Tentunya saya sangat kecewa. Saya dan kawan-kawan sebagai caleg PBB sangat terpukul karena sikap YIM ini sangat mencederai partai Islam satu-satunya yang dipimpin oleh YIM," kata Habib Novel kepada NNC, Kamis (8/11/2018).

Selain kecewa dan terpukul, Ketua Media Center Persaudaraan Alumni (PA) 212 ini menyebut, keputusan Yusril jadi pengacara Jokowi-Ma'ruf telah merugikan dia dan rekan-rekannya sesama caleg PBB.

Pasalnya, lanjut Habib Novel, keputusan mereka bergabung bersama partai berlambang bulan sabit dan bintang itu lantaran didasari oleh semangat gerakan '2019 Ganti Presiden' dan hasil ijtima ulama yang menyatakan mendukung pasangan capres-cawapres nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno.

"Ini sangat merugikan kami, karena kami masuk PBB yang 70% ini karena dengan semangat ganti presiden dan mengikut ijtima ulama yang kedua, dan konstituen pun mereka siap mau bahu-membahu membesarkan PBB, sehingg dengan sikap YIM konstituen kabur," tegas Habib Novel.

Sebelumnya, Yusril mengaku menerima tawaran kubu Jokowi-Ma'ruf sebagai kuasa hukum paslon nomor urut 01 itu di Pilpres 2019. Keputusan tersebut diambil setelah dia berkomunikasi dengan Ketua Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf, Erick Thohir. 

"Saya katakan pada Pak Erick Thohir, setelah cukup lama hal ini didiskusikan dengan saya, akhirnya saya memutuskan untuk setuju dan menjadi lawyernya kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) itu," kata Yusril dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (5/11/2018).

Dengan demikian, maka mantan Menteri Hukum dan Perundang-undangan ini akan membantu semua persoalan hukum yang berkaitan dengan pasangan Jokowi-Ma'ruf.

"Saya menjadi lawyer dalam semua hal terkait dengan posisi kedua beliau (Jokowi-Ma'ruf) sebagai paslon Capres-Cawapres. Jadi tidak terbatas pada perkara di MK nantinya, jika sekiranya ada," ungkapnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?