• News

  • Politik

Jimly: Jangan Gunakan Cara Bar-bar Hadapi Lawan Politik

Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie
dok.Istimewa
Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie

JAKARTA, NNC -  Mantan Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP), Jimly Asshiddiqie, mengomentari perusakan baliho penyambutan Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), spanduk, hingga bendera Partai Demokrat di Pekanbaru, Riau.

"Pihak yang merasa dirugikan bisa melaporkan sebagaimana mestinya kepada aparat penegak hukum," kata Jimly kepada wartawan di Jakarta, Senin (17/12/2018).

Menurutnya, pelaku perusakan  dapat dijerat dengan sanksi pidana umum, atau pidana pemilu jika perbuatan pelaku berafiliasi dengan salah satu partai peserta Pemilu 2019.

"Itu bisa terkena aturan jika memang pelaku terlibat dalam tim sukses dari satu partai atau satu kelompok peserta pemilu, itu bisa terkena pidana pemilu. Tapi kalau dia tidak terkait dengan status peserta pemilu, ya tidak akan terkena tindak pidana pemilu, melainkan pidana umum," ujarnya.

"Jadi bisa dua kemungkinan. Masuk kategori pidana atau bukan. Kalau pidana, ada dua kemungkinan juga, ada pidana umum dan ada pidana pemilu," sambung mantan Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu.

Terkait kabar yang menyebutkan bahwa terduga pelaku yang telah diamankan polisi mengaku melakukan perusakan sejumlah alat peraga kampanye (APK) Demokrat atas suruhan salah satu kader partai politik peserta pemilu, Jimly berpendapat bahwa informasi itu harus dibuktikan di pengadilan.

"Ya itu biar dibuktikan di pengadilan. Kita tidak boleh menuduh seperti apa yang disampaikan oleh pelaku. Itu bisa saja bentuk rekayasa. Jadi biar proses hukum berjalan apa adanya," ungkap Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia  (ICMI) ini.

Lebih jauh Jimly mengimbau kepada semua pihak untuk menahan diri dan tidak terprovokasi oleh ulah oknum atau kelompok yang ingin memperkeruh suasana jelang Pemilu 2019.

Guru Besar Ilmu Hukum Tata Negara di Fakultas Hukum Universitas Indonesia ini juga mengingatkan pihak-pihak yang berkompetisi di Pileg dan Pilpres agar bertarung secara sehat dan tidak menggunakan cara bar-bar menjatuhkan lawan politik.

"Jadi masalah ini diadukan, diproses secara hukum, sambil kita mendidik masyarakat agar tidak menggunakan cara bar-bar untuk melawan saingan politik," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Tommy Satria Ismaya Cahya

Apa Reaksi Anda?