• News

  • Politik

Survei Etos Institute: Hanya 5 Parpol yang bisa masuk Senayan di Pemilu 2019

Ilustarsi bendera partai.
OLX
Ilustarsi bendera partai.

JAKARTA, NNC - Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan menggelar pemilu serentak, untuk memilih Anggota Legislatif yakni DPR/DPRD dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI dan Pilpres pada Rabu (17/4/2019) akan datang. Sistim (Pemilu Serentak) ini  pertama kali dilaksanakan di Indonesia.

Adapun alasannya untuk menghemat biaya politik yang bakal menelan anggaran Rp24, 9 triliun untuk dua even demokrasi tersebut. Sedangkan, ongkos politik di pemilu 2014 menelan biaya Rp24,1 triliun. Artinya ada kenaikan Rp700 miliar atau naik 3 persen dibadning total biaya pemilu 2019. Meski demikian, pemerintah menyebut bahwa itu bisa dihemat hampir setengah dari ongkos pemilu 2014.

Mengingat biaya demokrasi yang cukup menguras anggaran buat 650 DPR RI dan 120 DPD RI di Senayan dan dua pemimpin negara yakni Presiden dan Wakil Presiden yang demikian menguras anggaran negara tersebbut, maka partai-partai politik peserta pemilu di 2019 harusnya bekerja lebih keras dan lebih jujur agar Republik ini jangan sampai 'bangkrut' karena banyak uang negara dikorup oleh oknum-oknum pejabat negara melalului pejabat-pejabat daerahnya.

Hal tersebut, mengingat, hasil survei atau perkiraan sejumlah lembaga survei di Indonesia hampir saban hari merilis hasil survenya. Terakhir, Lembaga Survei ETOS Indonesia Institut, Senin (17/12/2018) kemarin merilis, dari 16 Partai Politik Nasional yang ikut pemilu 2019, hanya ada 5 partai politik yang bakal masuk Senayan.

Adapun, kelima partai politik tersebut adalah PDI Perjuangan yang digawangi Ketua Umum Megawati Soekarnoputri, Partai Gerindra yang dipimpin mantan komandan Kopasus Prabowo Subianto, Partai Golkar yang dikomandani Airlangga Hartarto, Partai Kebangkitan Bangsa yang dinakodai oleh Muhaimin Iskandar dan Partai Demokrat yang dipimpin Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

Direktur Infokom East Time On Schedule (Etos) Institute Rahmat saleh dalam konferensi pers di kantornya Gedung Graha Jurnalis Jl. Gudang Peluru, Tebet, Jakarta Selatan, Senin (17/12/2018) menyebut, dari 16 Partai Nasional yang ikut di Pemilu serentak 2019, hanya 5 parpol yang diprediksi (bakal) lolos ke Senayan atau memenuhi ambang batas suara 4 persen.

"PDIP dipilih oleh 21,2 persen responden, disusul oleh Gerindra 19,8 persen, Golkar 16,1 persen, Demokrat 14,9 persen, PKB 6,7 persen, NasDem 3,1 persen, PAN 2,9 persen, Perindo 2,6 persen, PKS 2,3 persen, PPP 2,1 persen, Berkarya 1,9 persen, PSI 1,7 persen, Hanura 1,6 persen, PBB 1,4 persen, PKPI 1,1 persen, Garuda 0,4 persen," kata Rahmat Saleh.

Nah, apabila batas ambang parlemen adalah 4 persen, maka hanya lima partai politik saja yang dipastikan lolos yakni PDIP, Gerindra, Golkar, Demokrat dan PKB.

Namun, jika margin error dari survey ini adalah 2,9 persen, maka sangatlah mungkin muncul partai lain yang juga lolos dari ambang batas parlemen. Sebut saja Partai Nasional Demokrat (Partai NasDem) yang memperoleh 3,1 persen atau PAN 2,9 persen dan Perindo di 2,6 persen.

Sebagai catatan, bahwa hasil tersebut hanyalah sebuah prediksi atau perkiraan. Harapannya, dengan hasil survei tersebut, partai-partai politik peserta pemilu 2019 akan lebih bersemangat mensosialisasikan parpolnya kepada masyarakat calon pemilih sehingga nantinya berhasil meraih dan mencapai target suara batas ambang perolehan taregt 4 persen tersebut.

Partai-partai politik juga harus menjaga keutuhan dan kebersamaannya secara interanal dalam berorganisasi. Sebab, dalam empat tahun terakhir ini, banyak terjadi konflik internal yang menyebabkan parpol-parpol tersebut terpecah belah bahkan ada partai tandingan karena tidak mengenadlikan ego kekuasaan.

Dalam empat tahun terakhir ini sedikitnya ada tiga partai politik yang mengalami perpecahan, seperti Partai Golkar di era Kepemimpinan Aburizal Barkie, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) Pimpinan Romi yang berseteru dengan Jan Faridz dan Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura) pimpinan Oesman Sapta Odang dengan Sudding.

"Ayo, parpol, mari, tunjukan kekompakanmu,untuk bersatu membangun Indonesia yang lebih baik. Buktikan bahwa Parpol mampu mencetak calon pemimpin bangsa yang bersih, jujur,adil dan jauh dari korupsi. Penting dicatat, hasil survei East Time On Schedule (Etos) Institute ini mengingatkan dan memacu semangat Parpol untuk bekerja lebih keras demi mencapai target ambang batas suara 4 persen di Pemilu 17 April 2019 mendatang."

Reporter : Dominikus Lewuk
Editor : Irawan.H.P

Apa Reaksi Anda?