• News

  • Politik

Kapitra: Fadli Zon Tak Paham Hukum dan Mulutnya Membunuh Keadilan! 

Politisi PDIP Kapitra Ampera
Nusantaranews
Politisi PDIP Kapitra Ampera

JAKARTA, NNC - Politisi PDIP Kapitra Ampera mengatakan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra Fadli Zon telah 'membunuh' keadilan, dan tidak mengerti hukum tapi berbicara layaknya ahli hukum.

Hal itu disampaikan Kapitra terkait pernyataan Fadli Zon yang menyebut  penahanan Habib Bahar bin Smith oleh Polda Jawa Barat atas dugaan penganiayaan sebagai bentuk kriminalisasi ulama dan ancaman terhadap demokrasi.

"Fadli Zon membunuh keadilan. Mulut Fadli Zon itu membunuh keadilan. Ia tidak mengerti hukum tapi berlagak tau," kata Kapitra kepada NNC, Jumat (21/12/2018).

Kapitra kemudian membantah tudingan Fadli soal kriminalisasi terhadap Habib Bahar. Menurutnya, seseorang dikatakan dikriminalisasi jika tidak melakukan perbuatan yang melanggar hukum tapi dihukum.

Sedangkan, lanjut Kapitra, dalam kasus Habib Bahar, ada barang bukti yang menunjukkan dugaan penganiayaan tersebut, sehingga penetapan tersangka dan penahanan yang dilakukan oleh polisi sudah tepat. 

"Disebut kriminalisasi itu kalau tidak ada perbuatan tapi orang dihukum, untuk perbuatan yang tidak ada," ungkap mantan kuasa hukum Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Syihab itu.

Karenanya, Kapitra menyebut, jika Wakil Ketua DPR itu berbicara keadilan dan hukum, maka seharusnya yang dibela adalah dua anak dibawah umur yang diduga menjadi korban penganiayaan Habib Bahar.

"Ini lihat dong perbuatan dia (Habib Bahar) bagaimana dia menghajar orang, menghancurkan begitu," ungkap Kapitra.

"Jadi Fadli Zon membunuh keadilan. Dia berbicara ketidakadilan, tapi dia sendiri berbuat tidak adil. Bagi Fadli Zon, keadilan tertinggi ada pada ketidakadilan. Dia berbicara tentang keadilan sedangkan dia sendiri tidak berlaku adil," tegasnya.

Diketahui, Penyidik Polda Jawa Barat menetapkan Habib Bahar bin Smith sebagai tersangka dan menahannya atas dugaan penganiayaan terhadap dua remaja berinisial CAJ (18) dan MKUAM (17). 

Habib Bahar ditahan setelah menjalani pemeriksaan pada Selasa (18/12/2018). Polisi menetapkan Bahar sebagai tersangka penganiayaan berdasarkan alat bukti yang dimiliki oleh penyidik. 

Menanggapi penetapan tersangka dan penahanan tersebut, Fadli Zon berpendapat, penahanan Bahar sebagai kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum.

Wakil Ketua Umum Partai Gerindra ini juga menilai, hukum telah dijadikan alat kekuasaan untuk menakuti oposisi. Ia juga menyebut penahanan Bahar sebagai bentuk ancaman terhadap demokrasi.

"Penahanan Habib Bahar Smith ini bukti kriminalisasi ulama dan diskriminasi hukum di Indonesia. Hukum telah dijadikan alat kekuasaan untuk menakuti oposisi dan penahanan ini sebagai ancaman demokrasi," kata kata Fadli Zon melalui akun Twitter-nya, Rabu (19/12/2018).

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Nazaruli

Apa Reaksi Anda?