• News

  • Politik

Kapitra: Prabowo Wajib Dites Baca Alquran, Agar Ulama Tak Beli Kucing Dalam Karung

Kapitra Ampera
Suara Nasional
Kapitra Ampera

JAKARTA, NNC - Politisi PDIP Kapitra Ampera menilai, Prabowo Subianto wajib dites baca Alquran dan harus bisa menjadi imam salat untuk membuktikan Ijtima Ulama dan Persaudaraan Alumni 212 tidak salah memilihnya sebagai calon presiden.

"Wajib ya (dites baca Alquran). Karena apa, dia (Prabowo) kan dia orang yang disodorkan oleh ulama. Biar ulama ini bisa menilai kadar kelulusannya mencalonkan seseorang, apakah berdasarkan landasan teologi Islam atau tidak," kata Kapitra kepada NNC, Rabu (2/1/2018).

"Karena dalam Islam jelas itu seorang imam, seorang umara juga harus bisa jadi imam salat, bukan hanya imam-imam yang lain. Dan ulama harusnya standarisasinya adalah Alquran dan hadis dong," sambungnya.

Hal ini disampaikan Kapitra terkait undangan Ikatan Dai Aceh (IDA) kepada capres-cawapres yang berkontestasi di Pilpres 2019 untuk mengikuti tes baca Alquran, yang  rencananya akan dilaksanakan di Masjid Raya Baiturrahman Banda Aceh pada (15/1/2019).

"Secara formil tidak ada regulasi yang mengatur (baca Alquran) sebagai syarat (menjadi capres-cawapres), tapi secara teologi dia diusulkan Ijtima Ulama maka wajib hukumnya, harus dibuktikan kalau ulama yang memilih dia tidak salah, tidak beli kucing dalam karung," sambungnya.

Menurut Kapitra, jika Prabowo tak mampu mengikuti tes baca Alquran dan menjadi imam salat, maka hasil Ijtima Ulama telah keliru memilih Ketua Umum Partai Gerindra itu sebagai capres. 

"Kalau dia tidak bisa ngaji, tidak bisa baca Alquran, tidak kuat keislamannya, maka patut dipertanyakan ulama yang mencalonkan dia," ucap dia.

Apalagi, lanjut mantan kuasa hukum Imam Besar FPI Habib Rizieq Syihab ini, beberapa waktu lalu sempat viral video Prabowo joget-joget di perayaan Natal keluarganya.

"Kalau dia gak bisa jadi imam shalat tapi kemudian merayakan Natal, lalu itu jadi rekomendasi ulama, ya ulamanya keliru. Ulama mencalonkan orang yang keislamannya tidak kuat," pungkasnya.

Reporter : Adiel Manafe
Editor : Firman Qusnulyakin

Apa Reaksi Anda?